BERITABLITAR.COM – Pengaspalan jalan di Jalan Halmahera Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar diprotes warga setempat. Lantaran pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan lebar 7 meter ini, dinilai asal-asalan. Hal ini terlihat proyek senilai sekitar Rp 4,6 miliar ini kwalitasnya kurang bagus, bahkan ketebalannya hanya sekitar 2 centimeter (tidak sesuai sepek). Temuan ini dilaporkan Suhada (55), warga sekitar.

Menindaklanjuti laporan warga, Komisi III DPRD Kota Blitar mengecek hasil pembangunan Jl Halmahera, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin (16/12/2019).

Menurut keterangan Suhada, lapisan aspal di Jalan Halmahera yang baru selesai dibangun sudah rusak (brodol atau rontok).

“Baru kemarin sore di aspal, sekarang sudah brodol, dan ketebalannya itu kok hanya 1 sampai 2 centimeter. Tentunya, saya sebagai warga masyarakat sangat kecewa. Itu pekerjaannya terkesan asal asalan, selain kwalitasnya kurang bagus, ketebalannya kurang atau tipis sekali”, jelas Suhada.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRR Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi mengatakan, setelah mendapat pengaduan dari masyarakat Komisi III langsung mengecek di lokasi.

“Sebellumnya kami mendapat pengaduan dari masyarakat terkait kualitas pengaspalan Jalan Halmahera. Dan baru hari ini kami cek ke lokasi,” kata Nuhan Eko Wahyudi.

Lebih lanjut Nuhan menyampaikan, hasil pengecekan di lokasi, aspal yang rontok sudah diperbaiki. Tetapi, hasil perbaikan yang dilakukan oleh rekanan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar tetap belum bagus dan ketebalannya diduga masih belum sesuai spesifkasi. Untuk mengetahui hasil yang pasti, Komisi III berencana melakukan uji laboratorium, apakah pengaspalan di Jalan Halmahera sudah sesuai spesifikasi atau belum, termasuk mengecek ketebalan aspal.

“Nanti akan kami cek di laboratorium, apa sudah sesuai spesifikasi apa belum. Kalau sesuai spesifikasinya, ketebalan aspal sampai 4 centimeter”, tandasnya.

Nuhan menambahkan, setelah melakukan pengecekan kualitasnya, Komisi III baru akan mengeluarkan rekomendasi terkait pekerjaan proyek pembangunan Jalan Halmahera. Kalau memang kualitas pembangunan tidak sesuai spesifikasi, Komisi III meminta DPUPR tidak menerima penyerahan hasil pekerjaan proyek itu dari rekanan.

“Kami minta DPUPR tidak menerima penyerahan hasil pekerjaan proyek dari rekanan, kalau kondisinya tidak sesuai spesifikasi”, tegasnya.

Di tempat yang sama, Kabid Bina Marga dan Sumber Daya DPUPR Kota Blitar, Joko Pratomo mengaku, memang ditemukan kerusakan pada pengaspalan Jalan Halmahera. Namun, kerusakan itu tidak ada unsur kesengajaan dari DPUPR.

Joko menyebut, saat dilakukan pengaspalan tiba-tiba turun hujan. Lapisan aspal yang baru dipasang itu terkena air hujan. Setelah itu, lapisan aspal yang baru terpasang sudah dilewati kendaraan. Sehingga sebagian aspalnya akhirnya rontok.

“Kami sudah memperbaiki sesuai dengan spesifikasi di perjanjian kontrak,” jelas Joko Pratomo.

Joko menyebut, anggaran pembangunan Jalan Halmahera sekitar Rp 4,6 miliar, dengan panjang jalan yang diperbaiki sekitar 1 kilometer. Dengan lebar 7 meter, yang sebelumnya 6,5 meter. Selain itu badan jalan diganti dengan beton dan di atasnya dilapisi aspal.

“Kondisi aspal jalannya sudah bagus sesuai dengan spesifikasi di kontrak Sekarang sudah bisa dicek”, pungkasnya. (Fajar AT)

Digrebek, Sebuah Rumah Karaoke Di Blitar Diduga Sediakan Kamar Mesum
Jelang Musim Hujan, Polres Blitar Kota Gelar Apel Kesiap Siagaan Penanggulangan Bencana
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.