BERITABLITAR.COM – Persyaratan bagi pasangan calon perseorangan yang akan maju ke Pilkada 2020 semakin sulit. Pasalnya, pasangan perseorangan, selain harus menyerahkan KTP dan formulir dukungan, juga harus menyiapkan operator khusus untuk menginput syarat dukungan tersebut ke sistem.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Teknis, Hernawan Miftahul Khabib mengatakan, pasangan calon perseorangan untuk Pilwali Kota Blitar minimal harus menyerahkan 11.355 dukungan. Pembuktian dukungan tersebut harus disertai KTP elektronik atau surat keterangan Dispenduk, satu KTP satu formulir. Sedangkan berkas dukungan harus dikumpulkan hanya dalam waktu singkat, mulai 9 Februari sampai 23 Februari 2020. Selain itu calon perseorangan juga harus membuat tim operator.

“Nantinya, operator ini bertugas menginput data dukungan ke sistem pencalonan (Silon). Mereka juga akan kita beri bimbingan teknis sampai pada tahap penyerahan berkas syarat dukungan itu,” kata Hernawan Miftahul Khabib, Rabu (11/12/2019).

Lebih lanjut Hernawan menyampaikan, mengimput data dukungan ke Silon merupakan salah satu syarat terbaru setelah perbaikan PKPU nomor 16 tahun 2019. Data yang telah diinput menjadi bagian penting KPU dalam melakukan verifikasi persyaratan paslon perseorangan maju ke Pilwali 2020.

“Selain berkas tetap harus diserahkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Input ke silon juga harus dilakukan untuk mencocokkan data syarat dukungannya,” jelasnya.

Hernawan menambahkan, meskipun persyaratan paslon perseorangan Pilkada 2020 semakin sulit, namun demikian KPU sudah menerima beberapa paslon yang konsultasi untuk maju dari jalur tersebut. Hernawan menyebut, sampai saat ini sudah ada tiga paslon yang datang ke KPU.

“Sudah ada 3 pasangan calon perseorangan yang konsultasi ke kita. Pertama ada Ibu Lies (Listiningsing) sama Pak Teteng (Teteng Rukmo Condrono), ada Pak Sumasi sama Pak Edi Widodo, terakhir ada Pak Purnawan Bukhori,” tandasnya.

Hernawan mengaku, terkait syarat pencalonan perseorangan baru itu, pihaknya fokus memberikan sosialisasi persyaratan pada masyarakat.

“Kami meminta masyarakat yang berkeinginan mencalonkan diri untuk Pilwali 2020 Kota Blitar agar mempersiapkan diri. Selain itu, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) juga harus disiapkan dari sekarang. Karena prosesnya itu cukup lama”, pungkasnya. (Fajar AT)

Patung Bung Karno Di Dalam Stasiun Blitar Diresmikan Dirut KAI
Aggota Komisi IV DPR RI Apresiasi 100 Hari Kinerja Mentan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.