BERITABLITAR.COM – Plt Wali Kota Blitar, Santoso membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Pengadaan Barang/Jasa. Acara yang digelar di Hotel Grand Mansion, Kota Blitar, Rabu (25/09/2019) oleh Bagian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Setda Kota Blitar ini, dilaksanakan selama dua hari  yaitu 25 hingga 26 September 2019. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di lingkup Pemkot Blitar.

Plt. Wali Kota Blitar, Santoso dalam sambutannya mengatakan, salah satu kegiatan disetiap OPD yang selalu menjadi perhatian khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjadi titik krusial yaitu terkait proses pengadaan barang dan jasa. Hal itu terkemuka pada saat Kota Blitar menerima kehadiran Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata beserta jajarannya beberapa hari lalu.

“Proses pengadaan barang dan jasa menjadi titik krusial yang menjadi sorotan, pantauan dan penilaian KPK. Tentunya ini menjadi tanggung jawab PPK,” kata Santoso, Rabu (25/9/2019).

Santoso mengaku, pasca peristiwa yang terjadi di Kota Blitar, banyak PPK yang merasa takut untuk melangkah. Sementara disatu sisi kalau tidak melangkah akan menyalahi tugas pokok dan fungsinya.

“Kendati demikian Pemerintah Kota Blitar sudah melakukan tahapan-tahapan pencairan setiap anggaran yang sudah diplot di awal tahun,” tandasnya.

Berdasarkan data yang didapat, lanjut Santoso, sampai saat ini khususnya yang menyangkut belanja langsung baru terealisasi 31,20 persen dari total pagu yang ditentukan. Sementara saat ini sudah menginjak akhir tribulan ke-3. Sehingga masih ada sekitar 70 persen yang harus diselesaikan pada tribulan terakhir.

“Saya berharap dilakukan penjadwalan seluruh program yang harus diselesaikan, baik anggaran pokok belum lagi ditambah anggaran P-APBD, mengingat SILPA Pemkot Blitar cukup banyak dan menjadi sorotan DPRD Kota Blitar,” ujar Santoso.

Mantan Sekda Kota Blitar ini berharap jangan sampai pada akhir tribulan terjadi penumpukan permohonan-permohonan pencairan, sehingga akan mengganggu terhadap kinerja.

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PPK, khususnya yang menyangkut belanja pengadaan barang dan jasa. Mengingat capaian dari belanja langsung baru 31,20 persen dan belanja tidak langsung mencapai 53,36 persen.

“Saya harapkan PPK dan admin dalam kegiatan ini, agar tidak ada keraguan lagi dalam membelanjakan anggarannya yang sudah dipatok pada anggaran masing-masing OPD. Jadi nanti setelah mengikuti kegiatan ini perasaan ragu-ragu akan hilang. Dan memasuki tribulan ke-4 ini, saya berharap betul-betul proses pengadaan barang dan jasa oleh masing-masing OPD bisa lancar dan terserap,” harapnya.

Kepada peserta sosialisasi yang hadir, Plt Wali Kota Blitar mengingatkan, bahwa
Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) waktunya tinggal 2,5 bulan lagi. Sehingga kegiatan ini adalah moment yang sangat bagus dan tepat dan diharapkan khususnya para PPK dalam melakukan kegiatan pembelanjaan barang dan jasa betul-betul bisa berpegangan pada aturan-aturan dengan benar.

“Ini bukan hanya mengejar terserapnya anggaran. Terserap kalau bermasalah juga percuma. Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, makanya harus terserap sesuai koridor, aturan dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Plt Wali Kota Blitar. (Fajar AT/hms/adv)

Plt Wali Kota Blitar Terima Kunjungan Anak Yatim
Aliansi Jurnalis Blitar Raya Minta Pemerintah Cabut Revisi KUHP
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.