BERITABLITAR.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menutup sebanyak 84 perlintasan kereta api liar. Penutupan ini dilakukan sebagai upaya KAI mengurangi angka kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang. Utamanya perlintasan liar.

Kendati demikian masih ada 8 lagi perlintasan liar di wilayah kerja Daop 7 Madiun yang meliputi Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, dan Blitar yang  belum ditutup. Penutupan perlintasan kereta api liar ini diklaim mengurangi angka kecelakaan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, data dari PT KAI Daop 7 Madiun menyebutkan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api menurun dalam tiga tahun ini. Pada 2017, ada 94 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api. Kemudian pada 2018, ada 73 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api. Sedangkan, pada Januari hingga September 2019 ini, hanya ada 36 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api.

“Dari angka kejadian dari 2017 sampai 2019 mengalami penurunan. Dengan ditutupnya pintu perlintasan liar ini sangat efektif mengurangi kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api,” kata Ixfan, saat melakukan sosialisasi di perlintasan sebidang Jl Lekso, Pakunden, Kota Blitar, Selasa (17/9/2019).

Ixfan menambahkan, PT KAI menggandeng Dishub dan Kepolisian melakukan sosialisasi di perlintasan kereta api di Blitar. Sosialisasi berupa pemasangan spanduk  dan arahan kepada pengendara yang hendak lewat di perlintasan kereta api. Sosialisasi ini dilakukan di tiga tempat. Diantaranya di JPL 166 Desa Bence, Garum, Kabupaten Blitar, JPL 199 Jalan Lekso Kota Blitar dan JPL 200 Kelurahan Pakunden, Kota Blitar.

“Kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk mentaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat,” ujar Ixfan.

Sementara Manager Objek Vital PT KAI Daop 7 Madiun, Muhammad Safriadi mengatakan, PT KAI  mendorong pihak kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada  pelanggar lalu lintas di perlintasan kereta api. Pasalnya sejauh ini masih banyak pengguna jalan yang melakukan pelanggaran di perlintasan kereta api.

Safriadi menyebut, paling banyak mereka menerobos palang pintu perlintasan seperti menerobos saat palang pintu sudah tertutup. Padahal hal itu sangat membahayakan baik untuk kereta api yang melintas maupun untuk pengendara.

“Kita semua sedang mengupayakan untuk meminimalisir kecelakaan diperlintasan sebidang. Kami mendorong polisi untuk memberi tindakan tegas kepada pengendara yang melanggar,” tandas Safriadi. (Fajar AT)

Peringati Hari Perhubungan, Pemerintah Kota Blitar Dapat Kado Manis
Kota Blitar Raih Piala Wahana Tata Nugraha 2019
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.