BERITABLITAR.COM – Satresnarkoba Poores Blitar Kota mengamankan 90 kardus jamu  tradisional dan 9 kardus obat kuat. Puluhan kardus jamu tradisional yang dikemas dalam ukuran 1500 mililiter ini disita polisi dari distributor di wilayah Wonodadi, Kabupaten Blitar.

Kasat Narkoba Polres Blitar Kota, AKP Imron mengatakan, awalnya puluhan kardus jamu tradisional itu diduga ilegal, karena dijual tanpa label yang dikemas dalam botol air mineral.

“Untuk mengantisipasi jamu tradisinal ini dikonsumsi secara luas oleh masyarakat sebelum diketahui ijin edarnya, kami akan mengamankanya,” kata AKP Imron, Senin (12/8/2019).

Lebih lanjut Imron menjelaskan, awalnya polisi melakukan razia di toko jamu di wilayah dusun Genengan, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Di lokasi inilah polisi menemukan jamu tradisional tanpa label tersebut. Setelah ditelusuri penjual mengaku mendapatkan stok jamu dari wilayah Wonodadi. Tak butuh waktu lama polisi langsung melakukan penelusuran.

“Setelah mendapatkan informasi dari penjual, Kami langsung bergerak cepat mendatangi distributor jamu tradisional itu di wilayah Wonodadi ” jelasnya.

Imron menambahkan, setelah melakukan pengecekan di tempat distributor, polisi melakukan penyitaan barang bukti berupa puluhan kardus jamu tradisional.

“Dari distributor, kami menyita 50 kardus jamu tradisional. Tiap kardus berisi 12 botol jamu tradisional dengan volume 1,5 liter,” tandas Imron.

Kasatnarkoba Polres Blitar Kota menandaskan, atas temuan ini polisi terus melakukan penelusuran. Hasilnya polisi menemukan lagi produk jamu serupa di wilayah Wates, Kabupaten Kediri.

“Di tempat distributor di Wates, Kediri, selain menemukan 40 kardus jamu tradisional petugas juga menemukan sembilan kardus obat kuat,” tandasnya.

Imron menyebut, dari hasil penyelidikan, jamu tradisional tersebut diproduksi oleh pabrik di Banyuwangi. Polisi kemudian mendatangi pabrik jamu di Banyuwangi. Setelah dicek, ternyata izin-izin produksi jamu itu sudah lengkap.

“Kami langsung melakukan koordinasi dengan BPOM Kediri. Hasil koordinasi, produksi jamu itu sudah ada izin dari BPOM,” ujar Imron.

Imron menegaskan, sejumlah jamu tradisional ini rencananya akan dikembalikan ke pemiliknya. Namun untuk obat kuat tetap diamankan karena pada labelnya tidak dicantumkan tanggal kadaluwarsa.

“Jamu tradisionalnya akan kami kembalikan ke pemiliknya. Karena sudah ada izinnya,” tegas Kasatnarkoba Polres Blitar Kota. (Fajar AT).

Pemkot Blitar Gelar Apel Besar Hari Pramuka Ke-58
Polres Blitar Salurkan 13 Ribu Air Bersih Ke Blitar Selatan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.