Forum diskusi dan konsolidasi transportasi area stasiun Kota Blitar antara Dinas Perhubungan Kota Blitar dengan angkutan online dan angkutan konvensional yang beroperasi di kawasan Stasiun Blitar.
  • Langgar Kesepakatan Didenda Rp 100 Ribu atau Ban Kendaraan Dikempesi

BERITABLITAR.COM – Dinas Perhubungan Kota Blitar menggelar forum diskusi dan konsolidasi transportasi area stasiun Kota Blitar, Kamis (25/7/2019). Hal ini dilakukan untuk membuat kesepakatan bersama terkait titik penjemputan bagi angkutan online (Grab). Kesepakatan ini antara angkutan online dengan angkutan konvensional yang broperasi di kawasan Stasiun Blitar. Mediasi antara angkutan online dan angkutan konvensional itu diadakan Dishub Kota Blitar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan, meski berjalan alot, proses mediasi antara perwakilan angkutan online dan angkutan konvensional yang beroperasi di kawasan Stasiun Blitar, akhirnya ada titik temu. Merekatelah membuat kesepakatan bersama terkait titik penjemputan untuk angkutan online.

“Mereka bersepakat titik penjemputan untuk angkutan online di depan Pasar Wage. Diskusinya lumayan alot, mulai pukul 10.30 WIB sampai hampir pukul 14.00 WIB,” kata Priyo Suhartono.

Lebih lanjut Priyo menyampaikan, mediasi ini untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antara angkutan online dan angkutan konvensional yang beroperasi di Stasiun Blitar. Seperti terjadi beberapa hari yang lalu, sempat terjadi gesekan antara driver angkutan online dan Angkutan Lingkungan (Angling) terkait penjemputan penumpang stasiun. Mereka berselisih soal batas wilayah penjemputan untuk angkutan online.

“Lewat mediasi ini, kami ingin mereka bisa kerja bareng-bareng. Kasus yang terjadi itu sebenarnya tidak besar, tapi terlanjur viral di media sosial,” jelsnya.

Priyo menyebut, dalam mediasi tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan bersama antara angkutan online dan angkutan konvensional di Stasiun Blitar. Dimana titik penjemputan penumpang untuk angkutan online disepakati di depan Pasar Wage atau sebelah Timur stasiun. Angkutan online boleh menjemput penumpang di Jalan Mastrip atau di depan stasiun setelah pukul 18.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB.

“Angkutan online tidak boleh menjemput penumpang di dalam stasiun, kecuali ada penumpang sakit dan wanita hamil besar. Namun kalau mengantar penumpang diperbolehkan,” tandas Priyo.

Priyo menyebut, kalau ada yang melanggar dikenai denda Rp 100.000 atau drivernya disuruh mengempesi roda kendaraannya sendiri.

“Untuk becak di stasiun akan digunakan sebagai angkutan penghubung bagi penumpang dari stasiun ke titik penjemputan angkut online. Untuk tarifnya disepakati Rp 10.000.

Sementara perwakilan dari driver GrabCar, Pungki Rudianto mengatakan, sudah menerima hasil kesepakatan bersama. Para driver GrabCar setuju dengan semua hasil kesepakatan bersama tersebut.

“Kami sepakat untuk titik penjemputan penumpang bagi angkutan online di depan Pasar Wage,” katanya.

Hal serupa dikatakan Dodi Gani, perwakilan dari pengemudi Angling di Stasiun Blitar. Para pengemudi Angling menerima baik hasil kesepakatan dari proses mediasi itu.

“Selama ini, Angling memang mangkal di dalam stasiun. Kami menerima baik hasil kesepakatan bersama ini. Kami berharap semua pihak menghormati dan menjalankan hasil kesepakatan bersama ini,” ujarnya. (Fajar AT)

Dua Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemkab Blitar Dilantik
Dua Kafe dan Karaoke di Kabupaten Blitar Dirazia Polisi
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.