BERITABLITAR.COM – Hingga saat ini musim kemarau sudah berjalan sekitar dua bulan. Hal ini berdampak berupa kekeringan di sejumlah desa di Kabupaten Blitar. Kondisi seperti ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan dropping air bersih atau mendistribusikan air bersih sebanyak 40 tangki di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar. Sebagian besar di kawasan Blitar Selatan yang mengalami kesulitan mendapat air bersih selama musim kemarau ini.

“Kita sudah distribusikan 40 tangki air bersih. Rata-rata memang masih dilakukan ke Blitar Selatan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Heru, Senin (22/07/2019).

Lebih lanjut Heru menjelaskan, kurang lebih ada 3 sampai 4 desa yang mengalami kekeringan, yaitu berada di Kecamatan Wates, Wonotirto dan Binangun. Menurut Heru, tidak semua desa mengalami kekeringan, namun hanya ada beberapa RT atau beberapa KK yang mengajukan dropping air bersih.

“Jika dibandingan dengan tahun lalu jumlah desa yang mengalami kekeringan relatif berkurang. Ini dikarenakan pemerintah sudah banyak membangun jaringan instalasi air bersih di beberapa desa,” ujarnya.

Heru menyebut, musim kemarau diprediksi akan berlangsung hingga bulan depan. Pihaknya memastikan akan tetap siap jika sewaktu-waktu ada permintaan dropping air bersih. (Fajar AT).

Bupati Blitar : Adanya Paket Wisata Pelajar, Diharapkan Wisata Di Kabupaten Blitar Menggeliat
Relokasi Pedagang Pasar Kanigoro Tak Kunjung Dilakukan
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.