Pagelaran Purnama Seruling Penataran (PSP) di halaman Candi Palah (Penataran) Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Bupati Blitar Drs H Rijanto MM menghadiri Pagelaran Purnama Seruling Penataran (PSP), Selasa (16/7/2019) malam. Acara berkelas internasional yang digelar di halaman Candi Palah (Penataran) Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar ini, berlangsung sangat meriah.

Purnama Seruling Penataran kali ini, selain merupakan karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, juga menyajikan Jaranan Pegon Blitar dan Barong dari Sanggar Mega Mendung Budaya yang mewakili penampil lokal. Meski berasal dari Blitar, Barongsai dan Liong Klenteng Poo An Kiong adalah representasi kesenian Nusantara. Selain itu dari mancanegara juga hadir Rodrigo Parejo (Spanyol) dan Yuliana Meneses Orduno (Meksiko).

Dalam sambutannya Bupati Blitar mengatakan, acara ini digelar setiap tahun dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Blitar. Rijanto menyebut, pagelaran Purnama Seruling Penataran (PSP) kali ini diselenggarakan secara mandiri.

“Untuk tahun ini kita selenggarakan secara mandiri. Jadi kita memberlakukan tiket masuk bagi seluruh pengunjung yang menyaksikan pagelaran ini,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, ke depan pagelaran ini bisa tetap dilestarikan dan bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Blitar. Bupati memastikan akan terus mendukung pagelaran tahunan tersebut.

“Semoga kedepan pagelarannya semakin meriah. Kita pastikan terus mendukung kegiatan ini,” tandas Bupati Blitar.

Dalam kesempatan tersebut,Bupati Blitar juga turut menyampaikan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-695, mulai dari kirab hingga sejumlah festival yang telah diselenggarakan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, sekaligus Penggagas dan Pembina Purnama Seruling Penataran, Wima Brahmantya mengatakan, tema Purnama Seruling Penataran kali ini yaitu Bubhuksah Dan Gagang Aking, yang mempersembahkan karya sendratari dengan judul Bubhuksah dan Gagang berdasarkan relief yang terdapat pada pendopo teras Candi Palah.

“PSP ini ceritanya tentang perjalanan spiritual dua anak manusia hingga mencapai nirwana,” jelas Wima Brahmantya. (Fajar AT/hms)

Main Judi Kakek di Blitar Diciduk Polisi
Satukan Tujuan, Torpedo AG Raya Gelar Kopdar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.