Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM membuka final lomba Kreativitas Inovasi Dan Teknologi (Krenotek) tahun 2019

BERITABLITAR.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Blitar ke-695, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar lomba Kreativitas Inovasi Dan Teknologi (Krenotek) tahun 2019. Final lomba Krenotek tahun 2019 dibuka langsung Bupati Blitar di Ruang Perdana, Senin (08/07) ini, merupakan keempat kalinya dilaksanakan.

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM usai membuka lomba mengatakan, tujuan lomba Krenotek ini, untuk menemukan serta menggali kreatifitas dan inovasi. Selain itu juga sebagai ajang untuk memberikan apresiasi kepada kreator dan inovator baru dalam mengisi pembangunan.

“Tentu dengan adanya lomba ini kita berharap nantinya banyak karya ilmiah yang muncul dan bermanfaat bagi Kabupaten Blitar,” kata Rijanto, Senin (8/7/2019).

Lebih lanjut Rijanto menyampaikan, selain terkenal dengan tokoh dan pahlawan nasional, Blitar juga terkenal dengan tokoh Krenotek pada masanya. Seperti tokoh Krenotek Pak Mujair yang menemukan spesies ikan mujair. Serta ketok magic Pak Turut dari Desa Bangsri yang sudah sangat terkenal.

“Inilah yang menjadi kebanggaan kita semua. Oleh karena itu kami menangkap potensi itu dan mengadakan lomba ini,” ujarnya.

Bupati Blitar menambahkan, dari lomba Krenotek ini sebelumnya telah melahirkan karya-karya yang membanggakan Kabupaten Blitar. Salah satunya adalah Muryani (59), kakek tujuh cucu asal Kecamatan Wlingi ini berhasil mencipkatan mesin yang bisa mengubah sampah plastik menjadi tiga jenis bahan bakar, yakni premium, solar dan minyak tanah.

“Saya berpesan jangan hanya mengejar juara, tetapi yang penting hasil karyanya. Saya juga minta ke Bappeda untuk menyelenggarakan lomba ini setiap tahun. Tentunya bagi yang berprestasi  akan disediakan reward dan pembinaan dari Pemkab Blitar,” tandas Bupati.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Blitar, Suwandito mengatakan, dari tahun ke tahun peserta lomba krenotek bertambah. Untuk tahun ini diikuti 54 peserta, sementara tahun lalu hanya 41 peserta.

“Dari 54 peserta itu terdiri dati dua kategori, pertama kategori pelajar ada 36 peserta, dan kategori umum 18 peserta. Lomba ini tentu juga untuk mensejahterkan masyarakat,” jelas Suwandito. (Fajar AT/hms)

Pengunggah Konten Penghina Lambang Negara Jadi Tersangka
30 Persen Aset Tanah Pemkab Blitar Masih Bermasalah
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.