Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Khusna Lindarti

BERITABLITAR.COM – Sampai saat ini, jumlah aset tanah yang tercatat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mencapai ribuan lahan. Jumlah aset yang tercatat 2.100 lahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen masih terdapat permasalahan, baik secara de jure maupun de facto. Hal ini disampaikan Kepala BPKAD Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti.

“Dari 2.100 lahan yang tercatat, 70 persen kita pastikan sudah de facto dan de jure milik Pemkab Blitar. Jadi tinggal 30 persen atau sekitar 630 lahan yang tercatat masih bermalah,” kata Khusna Lindarti.

Lebih lanjut Khusna menjelaskan, satu diantara permasalahan baik secara de jure maupun de facto diantaranya, seperti tanah yang ditempati SD, dimana secara de facto dikuasai Pemkab Blitar, tetapi ada juga yang masih dikuasai perkebunan, perorangan, atau mungkin milik desa.

“Saat ini kami terus melakukan penyelesaian atas permasalahan tersebut,” jelas Kepala BPKAD Kabupaten Blitar.

Kepala BPKAD Kabupaten Blitar menambahkan, dari 2.100 aset yang tercatat, hingga kini, ada sekitar 900 lahan sudah bersertifikat. Sedangkan sisanya masih dalam proses sertifikat.

“Kita terus melakukan proses sertifikat aset. Per tahun ada sekitar 100 sertifikat aset tanah yang keluar dari BPN,” pungkasnya. (Fajar AT)

Dari Lomba Krenotek Diharapkan Muncul Karya Ilmiah Bermanfaat Bagi Daerah
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.