Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM melantik 3 pejabat struktural, dan 59 pejabat fungsional di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN
  • 62 Pejabat Dilantik Bupati Blitar

BERITABLITAR.COM ­- RSUD Ngudi Waluyo Wlingi akhirnya memiliki direktur definitif, setelah satu tahun lebih mengalami kekosongan direktur. Dokter Endah Woro Utami, menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Blitar ini setelah diambil sumpah/janji yang dilakukan langsung oleh Bupati Blitar, Jumat (5/7/2019).

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji yang dilaksanakan di Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) ini, selain melantik Direktur RSUD Ngudi Waluyo juga dilantik para pejabat yang mengisi jabatan administrasi dan jabatan fungsional dilingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar. Upacara pengambilan dan pengambilan sumpah/janji ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Blitar, Drs H Rijanto MM usai pelantikan mengatakan, pengisian direktur RSUD Ngudi Waluyo sempat mengalami penundaan, karena belum memenuhi persyaratan dilakukan seleksi.

“Ditunda karena saat itu hanya ada dua pendaftar, sedangkan syarat minimal harus ada 4 pendaftar,” kata Rijanto, Jumat (5/7/2019).

Lebih lanjut Rijanto menyampaikan, setelah waktu pendaftaran diperpanjang, akhirnya ada 7 pendaftar yang memenuhi administrasi untuk mengikuti seleksi terbuka. Proses seleksi ini, mulai dari konsultasi, penyampaian dokumen rencana seleksi, input nilai dan pelaporan hasil, serta dokumentasi database jabatan pimpinan tinggi dilakukan melalui Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi (Sijapti).

“Direktur RSUD Ngudi Waluyo yang baru dilantik ini mempunyai kemampuan dan memenuhi persyaratan untuk memimpin dan menjadikan lebih maju, berdaya saing, dan lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tandas Bupati.

Bupati Blitar juga berpesan kepada pimpinan dan seluruh jajaran RSUD Ngudi Waluyo untuk terus meningkatkan pelayanan. Baik pengelolaan seluruh sumber daya serta peningkatan kualitas manajemen, pemeliharaan terhadap aset yang dimiliki agar mendapat perhatian sehingga kelangsungan pemanfaatan alat-alat serta prasarana yang dimiliki dapat dioptinalkan.

“Yang tidak kalah pentingnya, selurih jajaran di RSUD harus mentaati jam pelayanan, meningkatkan kedisiplinan, menciptakan suasana yang kondusif, penuh kekompakan dan kekeluargaan,” pesannya.

Orang nomor satu di Kabupaten  Blitar ini menyebut, bahwa pelantikan pejabat administrasi dikarenakan pejabat yang lama telah purna tugas. Dimana pada tahun 2019, PNS di lingkup Pemkab Blitar yang purna tugas mencapai 566 orang. Sedangkan jabatan administrator serta pengawas yang kosong sampai 1 Juli 2019, diantaranya eselon III B sebanyak 3 orang, eselon IV A sebanyak 16 orang, dan eselon IV B sebanhak 3 orang. Selain itu, pejabat fungsional P2UPD (Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah) pada inspektorat Kabupaten Blitar ada tiga orang yang belum dilantik.

“Mutasi merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta pembinaan pola karier PNS untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan pejabat yang baru dilantik dapat mengemban tugasnya dengan sebaik mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar, Mashudi menyebut, dalam pelantikan kali ini, secara keseluruhan ada 62 pejabat yang dilantik.

“Jabatan struktural sebanyak 3 orang, dan fungsional 59 orang,” tandas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar. (Fajar/hms)

Pemilik Akun Diduga Penghina Lambang Negara Minta Maaf
Wisata di Blitar, Rasa Di Jepang
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.