Wahana wisata Istana Sakura di dusun Kemloko Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Bagi yang pingin menikmati liburan dengan suasana negeri Jepang bersama bunga Sakuranya, tidak perlu jauh-jauh pergi ke negara Jepang. Tidak perlu mengeluarkan anggaran besar, Anda cukup pergi ke Blitar untuk menikmati suasana seperti di Jepang. Diantaranya mulai musim salju hingga musim bunga Sakura.

Tepatnya di dusun Kemloko Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, saat ini ada suasana seperti di Jepang yang disebut dengan Istana Sakura. Keberadaan Istana Sakura ini dibangun di tengah-tenga desa seluas sekitar 1,5 hektar.

Saat memasuki pintu gerbang Istana Sakura yang bermotif negeri Samurai ini, suasana sudah tersasi seperti berada di negeri Jepang.  Di kanan kiri lorong ditumbuhi bunga sakura berbagai, juga di sana sini bergelantugan lampion ratusn Lampion Merah yang menambah suasan meriah.

Selain itu di Istana Sakura Blitar ini, juga dibangunan rumah tradisionil Jepang yang dibagian atapnya terpasang matrial berbentuk mirip salju meleleh. Utamanya bagi mereka yang suka mengupdate status di media sosial (medsos) dibuatkan spot-spot yang menarik ala negeri Samurai.

Selain menikmati suasana negeri sakura, pengunjung juga bisa sewa baju kimono. Untuk wanita kimono plus payung disewakan senilai Rp 20 ribu. Sementara untuk kimono laki-laki, hanya Rp 15 ribu, dan anak-anak Rp 10 ribu.

Harmadi (45), pemilik Istana Sakura mengatakan, konsep wahana wisata Istana Sakura ini terimpirasi saat dia di Surabaya. Di beberapa sudut Kota Surabaya dia melihat bunga Tabebuya yang mirip bunga Sakura yang bermekaran.

“Saya ingin melihat bunga Tabebuya ini tumbuh di Blitar. Untuk itu saya mewujudkan konsep ini di wahana Istana Sakura ini,” kata Harmadi, Kamis (4/7/2019).

Lebih lanjut Harmadi menyampaikan, dia baru mendapat bunga Tabebuya dari Kediri sekitar satu bulan lalu. Sementara menunggu bunga itu tumbuh berkembang, dia memasang ratusan replika Bunga Sakura. Replika itu terbuat dari plastik dan kain.

“Untuk sementara replika dulu yang kita pasang. Karena kalau Sakura beneran, gak tumbuh bagus disini. Biar bisa seperti di Jepang beneran, kami juga sewakan pakaian Kimono untuk laki dan perempuan, anak-anak juga ada,” ujarnya.

Sementara, Sukma dan Vanesha, kedua remaja asal Srengat ini mengaku tertarik ke Istana Sakura karena postingan teman-temannya yang  terlihat sangat bagus.

“Kami tertarik, karena di photo terlihat seperti di Jepang beneran gitu lho. Makanya, mumpung masih libur, kami kesini. Sengaja sewa kimono biar makin seperti beneran di Jepangnya,” ujar  Sukma dengan muka ceria, Senin (1/7/2019).

Di tempat yang sama, Lestari (18), salah satu pedagang mengaku sangat terbantu atas dibangunnya  wahana wisata Istana Sakura ini. Lantaran usaha bakso yang dikelola bersama keluarga lebih ramai dan meningkatkan ekonomi keluarga.

“Ya kami sangat senang dengan adanya Istana Sakura ini. Usaha bakso kami bisa lebih meningkat omsetnya. Tentunya juga meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tandasnya.

Semua tenaga kerja, baik karyawan maupun tukang parkir dan para pedagang diambil dari warga sekitar, dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian warga dusun Kemloko Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, khususnya. (Fajar AT)

Akhirnya RSUD Ngudi Waluyo Miliki Direktur
Seorang Wanita di Blitar Diperiksa Polisi, Lantaran Diduga Unggah Konten Menghina Lambang Negara
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.