Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka

BERITABLITAR.COM – Penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, belakangan muncul gejolak dikalangan masyarakat. Namun demikian Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Blitar memastikan untuk SD dan SMP, penerapan sistem zonasi tidak ada masalah. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka.

“Alhamdulillah penerapan sistem zonasi PPDB SD dan SMP berjalan lancar. Bahkan tidak ada keluhan dari masyarakat terkait penerapan sistem ini,” kata Budi Kusumarjaka, Rabu (26/06/2019).

Lebih lanjut Budi Kusumarjaka menyampaikan, meski demikian pihaknya tetap memberikan akomodasi. Dimana ada beberapa siswa yang tidak tertampung, maka pihaknya memberikan kebijakan, yaitu bisa masuk di sekolah yang belum memenuhi pagu.

“Contoh di Talun dan Selopuro kan pagunya belum terpenuhi. Maka siswa bisa mengisinya, baik di swasta maupun negeri. Jadi kita sifatnya fleksibel,” jelas Budi Kusumarjaka.

Budi Kusumarjaka menyebut, sistem zonasi sendiri masih menggunakan aturan lama, yaitu 90 persen. Sisanya 5 persen jalur prestasi, dan 5 persen jalur perpindahan orang tua. Karena saat kebijakan Gubernur Jatim terkait penggunaan sistem zonasi dikeluarkan, PPDB SD dan SMP sudah selesai.

“Untuk kebijakan Gubernur Jatim terkait PPDB, kita akan gunakan tahun depan. Karena kan PPDB SD dan SMP sudah selesai,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. (Fajar AT)

Bupati Blitar Paparkan Keunggulan Desa Kendalrejo Di Depan Tim Penilai Lomba Desa Jatim
Wujudkan Desa Sehat, Pemdes Bendowulung Bentuk Pokja
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.