Yudis Siswo Putro (23), pria asal dusun Krajan, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, pelaku pembuat video porno

BERITABLITAR.COM – Satreskrim Polres Blitar kembali menemukan video porno yang diperankan tersangka Yudis Siswo Putro (23), pria asal dusun Krajan, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Namun kali ini dengan pemeran wanita berbeda dari video pertama.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi mengatakan, perkembangan kasus video porno hasil pemeriksaan terhadap Yudis Siswo Putro, saat ini mengembang.

“Kami menemukan satu pelaku lagi seorang wanita beinisial MM yang menjadi pemeran wanita dalam video kedua. Saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” kata AKP Sodik Efendi, Senin (27/5/2019).

Lebih lanjut Sodik menyampaikan, dalam perjalanan pemeriksaan, Yudis mengakui jika video kedua  yang disiarkan langsung melalui aplikasi Gogo Live, dilakukan bersama model wanitanya berinisial MM.

“Video kedua yang dibuat pelaku nampak lebih vulgar dari video pertama,” tandas Kasatreskrim Polres Blitar.

Ditambahkan Sodik, hubungan badan dengan MM dalam video berdurasi 13 menit itu diakui pelaku merupakan imbalan jasa membuat konsep foto, memotret sekaligus mencetak hasil foto. Bahkan tersangka mengakui yang disiarkan langsung hanya dua kali. Namun untuk berhubungan seperti itu sudah berkali-kali.

“Perangkapnya para wanita tersebut difoto oleh pelaku yang merupakan seorang fotografer. Usai difoto Yudis tidak dibayar oleh modelnya, namun endingnya justru diajak berhubungan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Yudis seorang fotografer freelance mendadak tenar setelah polisi menetapkanya sebagai tersangka pembuat dan penyebar konten pornografi. Yudis menyiarkan secara langsung video mesum dengan kekasihnya (SR) yang masih di bawah umur melalui aplikasi Gogo Live. Kepada penyidik Satreskrim Polres Blitar Yudis mengakui semua perbuatanya. Menurutnya video tak pantas ini dibuat untuk membuktikan cinta terhadap SR yang baru dipacarinya selama sebulan, atas dasar mau sama mau.

Atas perbuatanya, Yudis diancam dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 82 Undang-undang RI (UU RI) No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi atau Pasal 282 ayat (1) KUH Pidana. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Fajar AT)

Pemkab Blitar Terlalu Banggakan Peroleh WTP, Disesalkan Dewan
Dua Pekan Opersi Pekat Semeru 2019, Polisi Bongkar 165 Kasus
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.