Tradisi Salat Tarawih kilat di Pondok pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

BERITABLITAR.COM – Pondok pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar memiliki tradisi Salat Tarawih kilat. Disebut kilat karena untuk menyelesaikan 23 rakaat, pelaksanaan salat tarawih hanya berlangsung sekitar 10 menit.

Pengasuh pondok KH Dliya’uddin Azzamzammi mengatakan, tradisi ini sudah dilakukan lebih dari seabad. Diawali oleh kakeknya KH. Abdul Gofoer yang juga pendiri pondok pesantren pada tahun 1907. 

“Tradisi ini sudah dilakukan oleh mbah saya. jadi sudah lebih dari se abad. Dimulai sejak sekitar tahun 1907,” kata KH Dliya’uddin Azzamzammi, Jumat (10/5/2019).

Lebih lanjut KH Dliya’uddin menceritakan, sejarah dilakukanya salat tarawih kilat ini alasanya adalah agar masyarakat mau menjalankan salat tarawih. Menurutnya masyarakat jaman dahulu selalu bekerja dari pagi hingga sore. Sehingga karena lelah bekerja mereka kemudian meninggalkan salat tarawih di bulan Ramadan.

“Kalau terawih terlalu lama akhirnya banyak yang tidak tarawih karena capek. Akhirnya salat tarawih dicepatkan  agar masyarakat tetap mau beribadah menjakankan salat tarawih di bulan ramadan,” jelasnya.

KH Dliya’uddin Azzamzammi menambahkan, meski dilakukan super kilat, namun pihak pesantren memastikan tidak ada rukun salat yang tertinggal. Salat tetap sah sesuai syariat hukum Islam.

“Meski super kilat, tidak satupun mengurangi syarat dan rukun salat bahkan tidak menghilangkan tuma’ninah,” tandasnya.

Tradisi salat terawih kilat ini tetap dilestarikan hingga saat ini. Masjid yang berada di lingkungan Ponpes Mambaul Hikam ini tidak pernah sepi dari ribuan jamaah.

“Jamaah tidak hanya dari kalangan santri Ponpes Mambaul Hikam dan warga yang tinggal di sekitar lingkungan pondok. Namun juga dari daerah lain seperti Kediri dan Tulungagung,” pungkasnya. (Fajar AT)

Dinkes Kota Blitar Sidak Makanan Takjil, 60 Makanan Diambil Sample
Pasangan Tanpa Busana Hingga Gadis Remaja Teler di Kamar Kos Digelandang Petugas
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.