Puluhan pedagang melakukan aksi unjukras di depan Kantaor DPRD Kota Blitar, tuntut Bazar Ramyana agar segera ditutup

BERITABLITAR.COM – Puluhan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Kota Blitar Cinta Damai (Mata Rantai) melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Kota Blitar dan kantor Pemkot Blitar Kamis (9/5/2019). Mereka menuntut agar keberadaan Bazar Ramadan Ramayana yang digelar di gedung Graha Patria segera ditutup.

Koordinator aksi, Ferry  Yuswanto Panese mengatakan, para pedagang menilai keberadaan bazar yang digelar PT. Ramayana Lestari Santosa tbk tersebut berdampak terhadap sepinya pembeli bagi pedagang dengan modal kecil di Kota Blitar.

“Meski harganya sama, orang pasti akan datang ke Ramayana daripada ke pedagang kecil, karena adanya promosi diskon dan macam-macamnya,” kata Ferry Yuswanto Panese.

Lebih lanjut Ferry menyampaikan, selain itu para pedagang ini juga mempermasalahkan tempat dan waktu bazar Ramadan. Pasalnya bazar Ramadan ini digelar di gedung milik Pemkot Blitar, dan akan dibuka selama sebulan selama Ramadan.

“Kami mendorong untuk segera ditutup. Persoalanya adalah itu berada di tempat milik Pemkot, kan masih ada tempat lain seperti di mal misalnya. Selain itu waktunya kenapa sebulan selama Ramadan. Kalau misalnya digelar sebulan sebelum Ramadan mungkin tidak apa-apa. Masalahnya banyak pedagang yang sudah mencari pinjaman modal kesana kesini untuk mencari rejeki menyambut  Hari Raya,” tandas Ferry.

Di kantor DPRD Kota Blitar massa ditemui sekretaris komisi dua DPRD Kota Blitar, Sutanto. Kepada massa, Sutanto menjelaskan jika pihaknya sudah menerima keluhan dari para pedagang. Pihaknya pun sudah menindaklanjuti keluhan ini dengan berkirkm surat kepada Pemkot Blitar menanyakan perizinan bazar tersebut.

“Kami sudah mengirim surat menanyakan terkait perizinan dan sudah ada jawaban. Jawaban dari Pemkot sudah disampaikan pagi ini. Namun kami belum bisa menindaklanjuti karena teman-teman komisi yang lain masih ada tugas ke luar kota,” jelas Sutanto.

Usai dari kantor DPRD Kota Blitar, massa melanjutkan aksi unjukrasa di depan Kantor Pemkot Blitar. Setelah berorasi perwakilan massa ditemui Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar, Suharyono dan Asisten Satu Pemkot Blitar Wilandrio. Usai menemui perwakilan massa Suharyono mengatakan secara perizinan bazar tersebut sudah sesuai prosedur. Namun jika memang dinilai ada kesalahan pihaknya akan membahas lagi perizinanya bersama tim.

“Kalau menurut tim jelas sudah sesuai prosedur namun akan kita bahas lagi jika dinilai ada kesalahan. Saya belum bisa banyak berkomentar karena masih akan kami rapatkan bersama,” ujar Suharyono. (Fajar AT)

Di Bulan Ramadan Tetap Buka, Tempat Karaoke di Garum Ditutup
Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Di Blitar Tabrak Kereta Api Dhoho
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.