Salah satu minimarket berjejaring di Kota Blitar

BERITABLITAR.COM  –  Menyusul diterapkanya Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Dalam Perda itu, diatur kuota minimarket berjejaring di Kota Blitar sebanyak 22 unit. Saat ini jumlah minimarket berjejaring di Kota Blitar bertambah hingga tiga kali lipat. Jika sebelumnya Di Kota Blitar hanya ada lima minimarket, namun kini sudah ada 15 minimarket di seluruh Kota Blitar.

Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar, Suharyono mengatakan, dari 15 unit minimarket tersebut, 10 unit baru beroperasi dan lima unit sudah lama beroperasi.

“Sebelumnya ada lima minimarket. Namun sejak Perda diterapkan bertambah 10 minimarket. Saat ini jumlahnya ada 15 di seluruh Kota Blitar,” kata Suharyono, Rabu (8/5/2019).

Dengan bertambahnya minimarket berjejaring di Kota Blitar ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Baru-baru ini DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Blitar meminta Pemkot Blitar menyetop pemberian izin pendirian minimarket berjejaring di Kota Blitar. Dalam audiensi bersama DPRD Kota Blitar, GMNI meminta para wakil rakyat untuk menyampaikan keluhannya ke Pemkot Blitar.

“Kurun tiga tahun ini, perkembangan minimarket berjejaring di Kota Blitar terus bertambah banyak. Padahal dahulu maksimal hanya ada dua minimarket di setiap kecamatan. Dikhawatirkan keberadaan minimarket berjejaring ini akan mengancam keberadaan pasar tradisional,” kata Ketua DPC GMNI Kota Blitar, Krisna Harbi.

Selain meminta Pemkot untuk membatasi jumlah minimarket berjejaring, GMNI juga meminta ada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dari Pemkot Blitar.  Dengan pemberdayaan harapannya masyarakat tetap mampu bersaing seiring bertambahnya minimarket berjejaring.

Menanggapi hal ini, Ketua Bapemperda DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim menyatakan segera menyampaikan aspirasi para anggota GMNI ke Pemkot Blitar. Menurut dia, sebenarnya Perda soal pasar modern adalah inisiatif dari dewan. Perda itu dibuat justru untuk melindungi pasar tradisional.

“Justru ini nantinya akan melindungi keberadaan pasar tradisional karena dalam Perda itu sudah ada pembatasan jumlah minimarket berjejaring yaitu 22 unit. Tidak boleh lebih dari jumlah yang ditetapkan dalam Perda itu,” jelasnya. (Fajar AT)

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Di Blitar Tabrak Kereta Api Dhoho
Diawal Ramadhan Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Legi Kota Blitar Fluktuatif
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.