Kapolres Blitar AKBP Anissulah M Ridha menunjukan barang bukti terkait penipuan rekrutmen CPNS yang diamankan saat OTT.

BERITABLITAR.COM – Anggota Satreskrim Polres Blitar berhasil mengamankan pelaku penipuan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Diketahui pelaku bernama Edy Hartanto (48), warga Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Pelaku diamankan petugas dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat berada di rumah korbanya yakni, Sutrismian (53), warga Dusun Mronjo, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Penipuan ini berawal dari perkenalan korban dan pelaku pada September 2018 lalu. Selanjutnya setelah terjadi perkenalan pelaku memberitahu korban bahwa dirinya bisa menjadikan anak korban sebagai PNS.

“Kepada korban, pelaku mengaku sebagai pegawai Pemkab Ponorogo dan mendapatkan jatah dua orang setiap ada rekrtutmen CPNS,” kata Kapolres Blitar AKBP Anissulah M Ridha mengatakan,, Kamis (25/4/2019).

Anissulah M Ridha menambahkan, mendengar bujuk rayu pelaku, akhirnya korban tertarik dan bersedia menyerahkan uang yang diminta oleh pelaku sebagai syarat sebesar Rp 70 juta.

“Uang tersebut diserahkan secara bertahap. Pada 15 Oktober 2018 korban menyerahkan sebesar Rp 35 juta,” jelas Anissulah.

Lebih lanjut Anissulah menyampaiakn, namun hingga pengumuman penerimaan CPNS anak korban tak kunjung mendapatkan panggilan. Kemudian korban menanyakan hal tersebut kepada pelaku namun pelaku hanya janji-janji saja.

“Kemudian pelaku kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp 10 juta pada 23 April 2019. Alasanya untuk melancarkan proses masuk sebagai CPNS. Sadar menjadi korban penipuan, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujarnya.

Menurut Kapolres Blitar, pelaku berhasil diamankan saat hendak mengambil uang yang diminta ke rumah korban.

“Selaian kerugian uang sebesar Rp 35 juta terkait penerimaan CPNS korban juga mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta terkait perkara penipuan  pembelian rumah yang juga dilakukan oleh pelaku, sehingga total kerugian korban Rp 188 juta,” paparnya.

Kapolres Blitar menandaskan, pelaku merupakan residivis dalam perkara yang sama. Pelaku pernah menjalani hukuman pada tahun 2007, 2011 dan terakhir pada tahun 2014 dan baru bebas pada 2017 lalu. (Fajar AT)

Bayi Baru Lahir Ditemukan Meninggal Kamar, Ibu Bayi Diduga Alami Stres
Bupati Blitar : Dengan Film Blitar Kawentar, Wisata Blitar Pasti Semakin Dikenal
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.