Karena over stay, satu keluarga asal Bangladesh dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Blitar

BERITABLITAR.COM – Kantor Imigrasi Kelas II Blitar mendeportasi satu keluarga asal Bangladesh. Ini dilakukan lantaran mereka diketahui melanggar izin tinggal, yaitu telah overstay selama 64 hari.

Satu keluarga ini terdiri dari ayah, ibu dan kedua anaknya laki-laki dan perempuan. Sang istri, Ayasha Akhtar Happy, sebelumnya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Arab Saudi. Ayasha kemudian bertemu dengan pria asal Bangladesh dan menikah. Hingga akhirnya Ayasha menjadi WN Bangladesh.

Menurut data kantor Imigrasi Kelas II Blitar, Ayasha asli warga Selopuro, Kabupaten Blitar. Namun menikah dengan pria Bangladesh dan kemudian pindah kewarganegaraan.

“Mereka datang ke Indonesia untuk merawat ibunya yang sedang sakit. Tapi karena over stay, dia bersama suami dan anaknya kami deportasi,” kata Kasi Intelejen dan Penindakan Kanim Kelas II Blitar, Denny Irawan, Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut Denny menyampaikan, satu keluarga ini dikenakan tindakan administratif Keimigrasian Pasal 78 ayat 3 yakni deportasi. Dalam pasal itu disebutkan, Orang Asing Pemegang Izin Tinggal yang telah habis masa berlakunya dan masih berada di Wilayah Indonesia lebih dari 60 (enam puluh) hari dari batas waktu Izin Tinggal dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Deportasi dan Penangkalan.

“Ini adalah temuan kami selama 2019. Dan hingga sekarang kami terus melakukan upaya pengawasan orang asing di bawah wilayah hukum Kantor Imigrasi Kelas II Blitar,” jelas Deny.

Deny menambahkan, Kanim Kelas II Blitar melakukan kegiatan pengawasan terhadap WNA secara rutin dan berdasarkan laporan warga. Sebelumnya Kanim Kelas II Blitar juga mendatangi dua lokasi yang sering sering digunakan sebagai tempat berkunjung WNA. Salah satunya di Perkebunan Kopi Karanganyar, Kecamatan Nglegok dan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

“Perkebunan Kopi Karanganyar sering didatangi voulentir dari negara-negara di Eropa. Sedangkan di Ponpes di Kecamatan Sanankulon pernah memiliki santri WNA yang mondok untuk mendalami ilmu agama. (Fajar AT)

Wabup Blitar Hadiri Pembekalan Keterampilan Teknik Kader SWP
Pendapatan Desa Dari Sektor Pasar Dinilai Masih Minim
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.