Plt Wali Kota Blitar, Santoso menyerahkan alat Mesin Panen pada acara panen raya di areal persawahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Plt. Wali Kota Blitar, Santoso memimpin langsung panen raya di areal persawahan Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Selasa (19/3/2019). Selain dihadiri perwakilan Forkopimda, ritual metik padi ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan kelompok tani se Kota Blitar.

Varietas panen raya saat ini adalah padi inbrida varietas Situbagendit yang merupakan varietas unggul yang direkomendasikan oleh kementerian pertanian. Dari hasil ubinan yang telah dilakukan, tingkat produktivitasnya mencapai 11,13 ton/ha.

Selain membuka panen raya, dalam kesempatan tersebut Santoso menyerahkan bantuan Alat Pertanian berupa mesin panen power threser kepada gapoktan di tiga kecamatan, Menurut Santoso, dengan penggunaan alat ini diharapkan dapat mengurangi susut hasil tanaman padi akibat tercecer, sehingga produksi padi yang dihasilkan akan semakin meningkat.

Plt Wali Kota Blitar, Santoso menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang saat ini telah banyak membantu pembangunan bidang pertanian di Kota Blitar. Pemerintah Kota Blitar terus berupaya maksimal dalam memberikan yang terbaik kepada para petani.

“Bagaimanapun kami tentu memiliki keterbatasan – keterbatasan. Di tengah segala keterbatasan yang ada itulah kami meyakini petani indonesia adalah pribadi – pribadi yang luar biasa,” jelas Santoso.

Selain menyerahlan bantuan alat pertanian, pada kesempatan ini Plt Wali Kota Blitar, juga melaunching Pasar Tani.

Dijelaskannya, pasar tani ini menjual produk sayuran dan olahan pangan hasil dari Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di wilayah Kota Blitar. Produk sayuran yang dihasilkan dari KWT tersebut merupakan produk sehat bebas pestisida.

“Dengan adanya pasar tani ini, diharapkan selain bisa meningkatkan kesejahteraan bagi anggota KWT, juga untuk meningkatkan gizi keluarga. Di tengah keterbatasan lahan pertanian, wilayah kota seperti Kota Blitar ini layak menjadi pusat agrobisnis dari daerah – daerah tetangga,” jelasnya.

Santoso menambahkan, para petani dan KWT perlu belajar marketing produk – produk pertanian. “Dengan belajar marketing, para petani dan KWT, selain berproduksi juga bisa memasarkan hasil pertanian. Apalagi saat ini ada jual beli online yang bisa kita manfaatkan,” pungkas mantan Sekda Kota Blitar ini.

Di tempat yang sama Rodiyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyampaikan, petani di Kota Blitar masih bisa mendapatkan hasil panen yang cukup meskipun ada sedikit serangan penyakit potong leher (blast). Hal tersebut karena adanya peran aktif dan kerjasama dari Petani dan Petugas Lapangan (PPL) yang secara terus menerus memberikan pendampingan, bimbingan dan penyuluhan kepada para petani.

“Kami mengharapkan para petani tetap memperhatikan dan menerapkan teknologi yang dianjurkan oleh pemerintah melalui para petugas  yang ada di lapangan, yakni tanam serempak dengan penerapan pemupukan berimbang, termasuk di dalamnya penggunaan pupuk organik 0,5 – 2 ton per-hektar, serta penanaman dengan sistem jajar legowo (jarwo),” papar Rodiyah.

Ridiyah menambahkan, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat meningkatkan produktifitas, karena dengan pupuk organik tanah sawah dan tanaman menjadi sehat. Dengan penanaman jajar legowo lingkungan tanaman menjadi lebih baik dan hama penyakit menjadi tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Sehingga tanaman dapat berkembang secara optimal yang pada akhirnya akan berproduksi dengan baik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. (Fajar AT/hms)

Bupati Blitar Buka Musrenbang, 4 Pembangunan Jadi Prioritas
Dikubur Selama 31 Tahun, Jenazah Kiai di Blitar Masih Utuh
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.