Petugas gabungan dari Basarnas Jatim, Polres Blitar Kota, dan BPBD Kabupaten Blitar melakukan pencarian Suryadi (korban)

BERITABLITAR.COM – Hingga Selasa (12/3/2019) siang, proses pencarian terhadap Suryadi (8), bocah kelas 2 Sekolah Dasar yang diduga hanyut di Sungai Brantas masih berlangsung. Pantauan di Tempat Kejadian (TKP), petugas gabungan dari Basarnas Jatim, Polres Blitar Kota, dan BPBD Kabupaten Blitar melakukan pencarian Suryadi (korban).

Nampak tim yang terdiri 6 personil menyisir sungai Brantas menggunakan perahu karet, mulai lokasi hilangnya korban di dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 12.30.

“Untuk sementara kami hanya menrjunkan satu perahu karet. Dan jarak penyisiran ini kami belum tahu sejauh mana. Kami hanya membatasi proses penyisiran sampai pukul 16.00,” kata Yoni Fahrizal, Komandan Tim II Pos SAR Trenggalek Basarnas Jatim.

Lebih lanjut Yoni Fahrizal menandaskan, rencananya ada dukungan dua unit perahu karet lagi dari BPBD Kabupaten Blitar.

“Sebagian petugas yang masih di posko akan menyusul penyisiran kalau perahu karet dari BPBD Kabupaten Blitar sudah datang. Sedang kendalanya arus sungainya deras dan berlumpur, karena habis ada pladu,” ujarnya.

Yoni Fahrizal menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan polisi, TNI dan relawan untuk ikut memantau di sejumlah titik Sungai Brantas hingga masuk wilayah Tulungagung.

“Diperkirakan, posisi korban masih belum jauh terseret arus. Sebab, kondisi sungai berlumpur,” imbuhnya.

Komandan Tim II Pos SAR Trenggalek Basarnas Jatim mengaku belum tahu sampai kapan proses pencarian korban dilakukan. Saat ini, petugas membuka posko di rumah warga dekat lokasi hilangnya korban,

“Kalau korban belum ketemu hari ini, tim akan melakukan rapat evaluasi untuk proses pencarian hari berikutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Suryadi (8), bocah kelas 2 Sekolah Dasar dilaporkan hilang sejak Senin (11/3/2019) sore. Korban yang diketahui sebagai warga dusun Mojo Desa Plosoarang Kecamtan Sanankulon Kabupaten Blitar ini, diduga hanyut di Sungai Brantas. Kejadian tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban berpamitan kepada orang tuanya ingin pergi ke rumah temannya (Anjas), Senin (11/3/2019) sekitar pukul 11.00, dengan menaiki sepeda BMX milik korban.

Kemudian sekitar pukul 15.00, karena tidak kunjung pulang orang tua korban mencari anaknya di rumah Anjas (teman korban), namun korban tidak diketemukan. Selanjutnya orang tua korban melanjutkan pencarian di sekitar sungai Brantas sekitar pukul 17.30, namun hanya menmukan sepea BMX milik korban di jalan tepi sungai Brantas.

Selanjutnya bersama warga, orang tua korban terus berusaha mencari korban di sekitar tepi sungai Brantas, namun korban belum juga diketemukan. Karena korban tidak diketemukan, selanjutnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Kades Plosoarang, kemudian dilaporkan ke Polsek Sanankulon. (Fajar AT)

Kurangi Angka Kecelakaan, Satlantas Polres Blitar Terapkan Speed Gun
Bupati Blitar Minta Pejabat Jadi Teladan Masyarakat Bayar Pajak
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.