BERITABLITAR.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Blitar sejak Rabu (6/3/2019) sore, mengakibatkan banjir di dua Kecamatan Kabupaten Blitar. Banjir disebabkan karena aliran sungai Sentono yang melintasi lima desa diantaranya Desa Suruh Wadang, Desa Sumberjo, Desa Dawuhan, Desa  Plumpungrejo, dan Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan meluap. Akibat luapan air pemukiman warga di Desa Jimbe Kademangan terendam air setinggi 50 centimeter.

Selain merendam pemukiman, air juga merendam lahan persawahan milik warga. Informasi yang diterima, air mulai menggenangi pemukiman, sore sekitar pukul 17.00. Bahkan hingga malam hari air dilaporkan belum surut.

“Hujan sejak siang, kemudian jam lima sore air meluap dan masuk ke pemukiman,” kata Agus Triono, Bhabinkamtibmas Desa Jimbe, Kamis (7/3/2019).

Tak hanya di Kecamatan Kademangan, banjir juga merendam dua lingkungan di Kecamatan Sutojayan. Kamis (7/3/2019) pagi petugas BPBD bersama anggota TNI dan Polri  mengevakuasi sejumlah warga terdampak banjir di dusun Gondanglegi dan Lingkungan Belimbing, Kelurahan/Kecamatan Sutojayan, Blitar. Di dua lokasi ini, ketinggian air mencapai paha orang dewasa akibat hujan deras yang mengguyur sejak Rabu  siang.

Matul, salah satu warga lingkungan Belimbing yang dievakuasi petugas mengaku memilih mengungsi karena baru saja melahirkan anak pertamanya.

“Saya melahirkan baru tiga minggu, terus tadi malam sekitar jam 02.00 air di rumah sudah seperut masuk ke dalam rumah. Kemudian ada petugas yang mengevakuasi saya langsung mengemas barang-barang dan ikut mencari tempat yang aman,” ujar Matul.

Lurah Sutojayan Sugeng menyebut, selain Matul, lima orang Lansia juga ikut dievakuasi ke Kelurahan Sutojayan. Hingga sekarang petugas masih menyisir wilayah terdampak untuk mengevakuasi warga yang sakit.

“Warga yang sakit kamo evakuasi sementara warga yang kondisinya sehat sementara sudah kembali ke rumah untuk bersih-bersih karena mereka mungkin sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini,” jelas Sugeng.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan mengatakan, banjir di Kelurahan Sutojayan ini disebabkan akibat masih adanya meterial di Kali Unut yang belum dipinggirkan saat proses normalisasi. Sehingga membuat air meluber ke pemukiman saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Kami segera koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),  bagaimana selanjutnya agar tidak terjadi banjir. Karena saat ini masih berlangsung penanganan normalisasi sungai pengendali banjir oleh BBWS,” tandas Heru Irawan. (Fajar AT)

Ratusan Warga Sukorejo Antusias Ikuti Sosialisasikan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika
Peringatan Hari Raya Nyepi, Wabup Blitar Dukung Pawai Ogoh-ogoh
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.