Pawai ogoh-ogoh dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Upacara Tawur Agung Kesanga di lapangan Tangkil, Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi dilaksanakan ribuan umat hindu Blitar, Rabu (7/3/2019). Tawur Kasanga ini merupakan rangkaian upacara menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Dimana sebelumnya dilaksanakan Upacara Melasti di pantai Jolosutro Kecamatan Wates.

Kegiatan upacara Tawur Agung Kesanga ini dihadiri langsung Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo. Sebanyak 56 buah ogoh-ogoh diarak ribuan umat Hindu dari wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, keliling jalan protokol di Kecamatan Wlingi, usai dikumpulkan di lapangan dalam  ritual Dharma Agama.

Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo dalam sambutannya mengatakan, dari tahun ke tahun kegiatan pawai ogoh-ogoh di Wlingi selalu ada peningkatan. Untuk tahun ini ada 56 ogoh-ogoh yang diarak, padahal tahun lalu hanya 38 ogoh-ogoh.

“Ini merupakan kreasi yang kuar biasa dari umat hindu. Bagaimana mereka bisa membuat berbagai bentuk ogoh-ogoh dengan kreatif,” kata Marhaenis Urip Widodo, Rabu (06/03/2019).

Lebih lanjut Wabu Blitar menyampaikan, rangkaian kegiatan perayaan Hari Raya Nyepi sudah mulai dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, yakni ritual Upacara Melasti di pantai Jolosutro Kecamatan Wates. Informasi yang dihimpun kegiatan tersebut dihadiri sekitar 15 ribu orang.

Menurut Marhaenis, perayaan jelang Hari Raya Nyepi ini sudah menarik perhatian masyarakat. Hal ini menambah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Blitar.

“Sekarang masyarakat, baik itu yang ada di dalam daerah maupun luar daerah Kabupaten Blitar, bahkan dari elemen masyarakat lain sudah mulai menghitung kapan waktu perayaannya,” ujarnya.

Marhaenis berharap, tahun depan kegiatan ini bisa terus berkembang dan meningkat dengan baik.

“Kami mendukung penuh kegiatan perayaan umat Hindu ini, baik dari segi anggaran maupun lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tawur Kesanga, Yuliono berharap, umat Hindu aecara umum mendukung acara pemerintah sebagai bhakti atau dharma negara. Selain itu, pelaksanaan ritual-ritual ini merupakan dharma agama.

“Dharma negara dan agama harus diseimbangkan. Termasuk upacara Melasti dan Tawur Kesanga, itu sebagai wujud umat Hindu cinta tanah air. Karena Melasti mensucikan air, dan Tawur Kesanga mensucikan tanah. Ini sebagai wujud bahwa masyarakat khususnya beraga Hindu untuk cinta tanah air yang diwujudkan setiap tahin baru Saka,” ujar Yulianto.

Yulianto menandaskan, upacara ini untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam lingkungan. (Fajar AT/hms)

Akibat Hujan Deras Dua Kecamatan di Blitar Terendam Banjir
Ribuan Kader Pramuka Antusias Sambut Festival Kampung Kelir di Kota Blitar
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.