Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM Republik Indonesia, Agus Cahyono Adi meremikan sumur bor di di Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar.

BERITABLITAR.COM – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meberikan bantuan sumur bor kepada Pemerintah Kabupaten Blitar. Sumur bor bantuan tersebut dibangun di Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung. Bantuan sumur bor di Kabupaten Blitar rata-rata diberikan di kawasan Blitar Selatan yang langganan mengalami krisis air bersih. Bantuan itu diresmikan lansung pihak Kementerian, Rabu (13/02/2019).

Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo melalui Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Blitar, Agus Santoso dalam sambutannya mengatakan, pembangunan sumur bor hanya dapat dilakukan oleh Kementerian ESDM. Terbukti bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk mengatasi krisis air bersih. Sedangkan Pemkab Blitar hanya mengusulkan dan mendukung penuh program ini.

“Saya memohon maaf karena Bupati dan Wakil Bupati Blitar belum bisa hadir pada kesempatan kali ini, namun yang pasti beliau mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada Kementrian ESDM atas bantuan yang telah diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama Blitar Selatan yang selama ini langganan alami krisis air bersih,” kata Agus Santoso.

Lebih lanjut Agus menuturkan, dengan adanya bantuan sumur bor ini pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga dan memeliharanya agar tetap bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat. Jika keberadaan sumur bor bisa dirawat dan dijaga secara bersama-sama oleh masyarakat setempat, maka dapat berguna dalam jangka waktu yang lama. Agus memastikan tetap melakukan pemantauan dilapangan terkait penggunaan sumur bor.

“Kita harus bersyukur menjadi salah satu daerah yang mendapat bantuan ini, sebab tidak semua desa bisa mendapat bantuan sumur bor. Sehingga saya minta kepada masyarakat setempat harus menjaga, merawat dan memeliharanya agar bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama atau bahkan selamanya dan jangan sampai terjadi kerusakan,” tandasnya.

Agus mengaku, 8 desa di Kabupaten Blitar yang mendapat bantuan sumur bor twrhiyingbsejak 2007 hinhha 2018 diantaranya desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto, desa Salamrejo Kecamatan Binangun, desa Sukorejo Kecamatan Wates, desa Kaligambir Kecamatan Panggungrejo, desa Ngemil Wonotirto, desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, desa Binangun Kecamatan Binangun, dan desa Sidomulyo Kecamatan Bakung pada tahun 2018.

“Yang berhak dan memiliki anggaran cukup besar untuk pembangunan sumur bor berada di Kementerian ESDM, sehingga setiap tahun kita mengusulkan bantuan ini, dimana masing-masing pembangunan sumur bor membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 400 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM Republik Indonesia, Agus Cahyono Adi mengatakan, penyerahan ini sebagai tanda jika sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018 ini, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penyerahan ini juga sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

“Beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya. Nah, maka bantuan sumur bor ini diharapkan tidak hanya bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi juga harus dirawat, dijaga dan dipelihara,” jelasnya.

Agus Cahyono Adi menandaskan, sumur bor di desa Sidomulyo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar ini memiliki kedalaman 130 meter, debit air 1 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, serta dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter.

“Sumur bor tersebut mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1.400 jiwa penduduk,” tandas Agus Cahyono Adi. (FajaR AT/hms)

Pelaku Pembunuhan Istri Dan Balita Ditest Kejiwaan di ke RS Bhayangkara Kediri
Caleg Kota Blitar Yang Diduga Penipu Mobil, Terancam Dicoret
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.