BERITABLITAR.COM – Pelaku penipuan mobil milik warga Kota Surabaya, Yanuar Febrianto (25) terancam dicoret atau dibatalkan dari daftar calon legislatif (caleg) Kota Blitar. Hal ini disampaikan Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Blitar, Mashudi.

Menurut Mashudi, pembatalan status caleg Yanuar Febrianto oleh KPU Kota Blitar menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap. Selain itu, KPU juga menunggu surat pemberitahuan dari partai terkait kasus hukum yang menjerat caleg tersebut.

“Sampai hari ini belum ada laporan dari partai terkait masalah itu. Kami juga menunggu proses hukumnya sampai inkrah dulu,” kata Mashudi, saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/2019).

Lebih lanjut Mashudi menyampaikan, sesuai mekanisme ada dua faktor yang bisa membatalkan status caleg. Yaitu, yang bersangkutan meninggal dunia dan berhalangan tetap, serta karena tersangkut kasus pidana.

“Untuk caleg yang tersangkut masalah pidana, proses pembatalannya harus menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap terlebih dulu. Setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap, KPU akan memproses pembatalan status caleg yang bersangkutan,” jelasnya.

Mashudi menambahkan, pembatalan status caleg tidak mengubah surat suara saat pencoblosan berlangsung. Foto caleg yang sudah dibatalkan tetap terpasang di surat suara. Namun demikian KPU tetap menunggu proses hukumnya selesai dulu.

“Kalau ada yang mencoblos caleg yang sudah dibatalkan suaranya akan masuk ke partai,” ujar Mashudi.

Diberitakan sebelumnya Yanuar Febrianto, warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ditangkap anggota Satreskrim Polres Kota. Pasalnya, pria 25 tahun yang juga Caleg dari Dapil III Sukorejo Kota Blitar ini diduga  melakukan penipuan mobil dengan korban Rizqi Mahendra (31), warga Kota Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, Yanuar membawa kabur dua unit mobil milik Rizqi. Yaitu, Honda CRV dan Nissan Grand Livina. Selain Rizqi, juga ada satu korban lain yang melapor ke polisi terkait aksi penipuan Yanuar. Polisi berhasil menangkap Yanuar di sebuah apartemen di Surabaya bersama pacarnya.

Modus penipuan yang dilakukan Yanuar ke korban semua hampir sama, yaitu pelaku pura-pura membeli mobil ke sejumlah orang yang sudah dikenalnya. Setelah ada kesepakatan harga, pelaku menggunakan cek kosong untuk membayar pembelian mobil ke korban. Namun saat dicairkan, cek itu ditolak bank karena saldonya tidak cukup. Selain itu pelaku juga menjaminkan mobil untuk meyakinkan korban. Tetapi, mobil yang dijaminkan pelaku juga hasil menipu dari orang lain.

Sementara, Ketua DPD Golkar Kota Blitar, Moh Hardi Usodo mengakui kalau Yanuar merupakan Caleg dari Partai Golkar. Yanuar tercatat sebagai Caleg Partai Golkar nomor urut 4 untuk Dapil III Kecamatan Sukorejo.

Pria yang akrab dipanggil Dodok ini mengaku, sudah mendengar kabar kasus penipuan yang dilakukan Yanuar.

“Saya sudah dengar kabar itu. Tapi, kami tetap memakai azas praduga tak bersalah. Selama belum ada keputusan inkrah dari pengadilan, kami juga belum bisa mengambil sikap,” tegas Dodok. (Fajar AT)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Beri Bantuan Sumur Bor
Demam Berdarah Memakan Korban Jiwa, Wabub Blitar Turun Pimpin Fogging
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.