Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukan barang bukti pengeroyokan seporter

BERITABLITAR.COM – Usai melakukan aksi pengeroyokan dan  perampasan bersama empat rekanya, MS (15) warga Perak, Surabaya diamankan petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Aksi pengeroyokan dan perampasan barang milik suporter Persebaya U-17 ini dilakukan usai  pertandingan finas Piala Soeratin yang mempertemukan Persebaya U-17 vs Persipan Pandegelang, Sabtu (9/2/2019).

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, kelima pelaku dan dua korban sebenarnya sama-sama suporter Persebay U-17. Aksi pengeroyokan dipicu karena para pelaku merasa tersinggung akibat dipelototi kedua korban yang merupakan warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

“Awalnya mereka menonton final Piala Soeratin. Kemudian kelima pelaku bertemu dengan korban di luar stadion. Kelima pelaku merasa tersinggung karena merasa dipelototi oleh korban sehingga terjadi penganiayaan,” kata Adewira Negara Siregar, Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut Adewira menjelaskan, setelah dikeroyok di depan ruko selatan Stadion Supriyadi, kemudian pelaku meminta korban untuk melepas kaos jersey Persebaya yang dipakai korban. Dan menukarnya dengan kaos milik pelaku yang sudah usang. Selain itu,  pelaku juga merampas handphone dan uang milik kedua korban.

“Setelah mengeroyok korban. Pelaku kemudian merampas kaos yang dikenakan korban, HP serta uang,” imbuhnya.

Satu pelaku berinisial MS (15) warga Perak, Surabaya berhasil diamankan petugas  Satreskrim Polres Blitar Kota. Sementara empat pelaku lainya buron. Satu diantaranya perempuan yang diakui sebagai pacar pelaku yang sudah tertangkap.

“Satu pelaku berhasil diamankan saat masih berada di sekitar Stadion Supriadi Kota Blitar. Sementara empat lainya masih dalam pencarian satu diantaranya seorang perempuan,” tandas Adewira.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua korban mengalami luka di kepala dan hidung. Dari pelaku polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya tiga buah handphone satu milik pelaku, dua milik korban. Satu buah pisau dapur dan dua kaos.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 80 ayat 1 undang-undang nomer 35 tahun 2014 tentang tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak atau pengeroyokan. Serta undang-undang darurat RI nomer 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa ijin. (Fajar AT)

Jadi Korban Fitnah, Massa KRPK Gelar Aksi Unjukrasa
DPRD Kabupaten Blitar Segera Bentuk Pansus Raperda Inisatif
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.