Proses penyerahan tempat sampah oleh Kepala desa Tepas, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Kegiatan Doktor Mengabdi (DM) merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Universitas Brawijaya (UB) untuk berperan aktif dalam mewujudkan tugas Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa 23 Oktober 2018.

Kegiatan DM dengan topic penanganan sampah ini, merupakan tindak lanjut dari hasil pemetaan masalah di Desa Tepas berdasarkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) pada tahun 2017. Berdasarkan hasil IDM, ada beberapa permasalahan yang sebenarnya harus segera ditangani untuk menuju desa mandiri ataupun desa maju. Permasalahan tersebut diantaranya, penanganan sampah, sarana prasarana pendidikan, jaringan internet, potensi pariwisata, penerangan lampu jalan dan pemberdayaan ekonomi pemuda. Sebelumnya di tahun 2015 dan 2016, sudah ada beberapa kegiatan pendahuluan yaitu contoh pembuatan biogas dan bantuan chopping makanan hewan ternak sapi perah.

Berdasarkan survey awal dan hasil Indeks Desa Membangun (IDM) kususnya nilai dari indeks pemukiman, didapatkan bahwa rendahnya nilai IDM disebabkan oleh tiga hal yang tidak terpenuhi pada sektor pemukiman. Salah satu permasalahan tersebut yaitu permasalahan tempat pembuangan sampah dan peralatan pengolahan sampah. Bahkan beberapa instansi public seperti sekolah, belum memiliki tempat sampah yang memadai. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya dukungan sarana pengolahan sampah yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Jenis sampah organic dan anorganic masih dicampur, sehingga perlu adanya pendampingan dan sosialisasi penanganan sampah ini. Kegiatan DM ini akan memciptakan sentra pengolahan sampah dari hulu sampai hilir yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Tepas.

Kegiatan pengabdian DM ini diinisiasi oleh Sugiono, PhD, selaku ketua tim dari pihak Universitas Brawijaya (UB) dan Kepala Desa Tepas, I’in Irawati selaku koordinator dan fasilitator kegiatan.

Tim DM dari UB melibatkan peran aktif beberapa dosen multi disiplin (dosen fakultas teknik dan dosen kedokteran) dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan kegiatan penyuluhan yang dilakukan kepada siswa Paud dan masyarakat Desa Tepas. Sedangkan materi penyulihan berupa dampak negatif sampah bagi lingkungan, cara pengelohan sampah, dan manfaat dari pengolahan sampah.

Semua peserta kegiatan penyuluhan ini megikuti dengan antusias. Mereka diberikan contoh-contoh penerapan pembuangan sampah yang baik dan pengolahan sampah dengan mesin pengolah sampah organik dan anorganik.

Setelah dilakukan penyuluhan, dilanjutkan dengan penyumbangan tong sampah (organik, anorganik, dan sampah B3) dan alat pengolah sampah plastic (anorganik) menjadi biji plastik, dan alat pengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Diharapkan dengan dilakukannya penyumbangan tong sampah tersebut masyarakan menjadi lebih peduli dalam menjaga lingkungannya dan, dapat membuang dan memilah sampah pada tempat yang sudah disediakan.

Selain itu, dengan diberikannya alat pengolah sampah diharapkan masyarakat bukan hanya membuang sampahnya namun juga dapat memanfaatkan sampah yang semulanya tidak bernialai menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. (*)

 

Tim Gabungan Copoti APK Yang Langgar Aturan  
PH Nilai Kasus Penangkapan David Kental Dengan Rekayasa  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.