BERITABLITAR.COM – MS (37), warga Kecamatan Sananwetan Kota Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota. Lantaran pria yang bekerja sebagai kuli bangunan ini mencabuli anak di bawah umur. Akibat perbuatan tersangka, korban yang masih berusia 11 tahun ini, sekarang sedang hamil. Meski MS pernah ditahan selama sembilan bulan, karena kasus percobaan pemerkosaan, namun  tidak membuat dia jera. Bahkan tersangka kembali mengulangi perbuatannya.

Perbuatan bejat ptersangka terungkap, setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada guru di sekolahnya. Korban mengaku kalau dia sering diberi uang oleh pelaku. Merasa curiga dengan cerita korban, gurunya melaporkan cerita tersebut kepada orang tua korban. Bedasarkan laporan warga, diketahui tersangka memberi uang kepada korban sebagai iming-iming agar menuruti ajakan tersangka untuk dicabuli.

“Kejadian itu dilaporkan guru dan orang tua korban ke polisi. Dan berdasarkan pengakuan korban, akhirnya kami mengamankan MS di rumahnya”, kata Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono kepada wartawan, Senin (30/04/2018).

Di depan petugas tersangka mengaku, dengan iming-iming uang Rp 20 ribu, korban berhasil dicabuli sebanyak empat kali. Dia mengenal korban saat menjadi kuli bangunan di dekat rumah korban.

“Tersangka (MS) ternyata residivis tindakan asusila (percobaan pemerkosaan), dan pernah di hukum selama 9 bulan.

Tersangka, lanjut Heri Sugiono, melakukan perbuatan bejatnya saat kedua orang tua korban sedang bekerja dan tunggal sendirian di rumah.

“Perbuatan bejat tersangka tersebut dilakukan ketika korban sedirian di rumah, dan dilakukan di belakang rumah korban”, jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Blitar menambahkan, hasil pengembangan penyelidikan, korban mengaku tidak hanya MS yang melakukan perbuatanbejat tersebut. Namun ada tersangka lain yaitu tetangganya yang masih berusia 13 tahun.

“Dengan tetangganya, korban mengaku hanya memaksa oral seks saja. Tidak sampai melakukan persetubuhan. Kejadian tersebut terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda”, tandasnya.

Menurut Heri, karena tetangga (pelaku) yang masih di bawah umur, dia tidak ikut diamankan. Sedangkan pelaku MS, terancam Undang-undang RI No 17 tahun 2016 perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (Fajar AT/bl.1)

Sopir Ngantuk, Mobil Suzuki Jebur Sungai  
Mengganti LPG 3 Kilogram, Dapur Warga Selopuro Ludes Terbakar  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.