Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto menunjukan barang bukti berupa sabu-sabu

BERITABLITAR.COM  – Dua pengedar sabu jaringan antar kota asal Kanupaten Tulungagung, PT (42) dan SR (47), berhasil diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar. Kedua tersangka tersebut merupakan pemain lama yang sudah mengedarkan sabu-sabu di berbagai daerah, dantaranya Blitar dan Tulungagung. Bahkan kedua tersangka ini merupakan jaringan yang sudah lama menjadi target operasi BNN Kabupaten Blitar. Hal ini diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto.

“Kedua tersangka pemain lama, bahkan dapat dikatakan licin. Sebab sudah lama menjadi Target Operasi BNN”, kata AKBP Agustianto, Kamis (01/02/2018).

Penangkapan kedua tersangka, lanjut Agustianto,  bermula dari pengangkapan SR saat bertransaksi di wilayah Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

“BNN mengamankan PT di wilayah Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Setelah sebelumnya mengamankan SR dan dilakukan pengembangan”, tandas Agustianto.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar, AKBP Agustianto menunjukan barang bukti berupa sabu-sabu

Dikatakan Agustianto, dalam melakukan aksinya, kedua terangka menggunakan sistim ranjau. Dimana tersangka menaruh barang di suatu tempat tertentu setelah berjanjian dengan calon pembeli.

“Keduanya pasti pemain lama, karena tahu istilah ranjau”, tegas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar.

Agustianto menambahkan, dari tangan kedua pelaku, BNN berhasil mengamankan satu paket sabu seberat 2,7 gram, perlengkapan alat hisap, tiga buah gawai, serta satu buah sepedah motor yang digunakan untuk bertransaksi.

“Kini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan di kantor BNN Kabupaten Blitar untuk pengembangan lebih lanjut”, tandasya.

Sementara itu, PT, salah satu tersangka mengaku, jika dia mendapatkan barang tersebut dengan sistem ranjau dari rekanya di wilayah Tulungagung.

“Saya biasa menjual di berbagai kalangan di wilayah Blitar dan Tulungagung. Sudah lama saya menjual sabu-sabu ini”, ungkap PT.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (*)

Paripurna Penjelasan Bupati Blitar Terkait Tiga Ranperda  
Dishub Kota Blitar Ajak Masyarakat Perangi Pungli Parkir Dengan Bagi-Bagi Stiker  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.