Peternakan Babi di dusun Sendung Desa Tembalang Kecamatan Wlingi Kab Blitar yang ditutup Tim Satgas Pangan Sayreskrim Polres Blitar.

BERITABLITAR.COM – Penyidik Saber Pangam Satreskrim Polres Blitar, segera memanggil pemilik peternakan babi di dusun Sendung, Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Pemanggilan pemilik 1126 ekor babi tersebut terkait dugaan pelanggaran amdal perijinan peternakan yang tidak dimiliki.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan, sebelum melakukan penyegelan peternakan babi, Tim Saber Pangan Polres Blitar sudah melakukan penyelidikan dengan memanggil pemilik dan memintai keterangan sejumlah saksi..

“Sebelum melakukan penyegelan, kami sudah melakukan klarifikasi terhadap beberapa pihak. Diantaranya pekerja di peternakan babi, serta warga yang tinggal disekitarnya .Setelah itu kami langsung turun ke lapangan dan menemukan fakta-fakta baru sehingga memutuskan untuk langsung menyegel peternakan babi tersebut”, kata AKP Rifaldhy Hangga Putra, Jumat (26/01/2018).

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, melihat langsung,peternakan Babi di dusun Sendung Desa Tembalang Kecamatan Wlingi Kab Blitar yang ditutup Tim Satgas Pangan Sayreskrim Polres Blitar

Saat ini penyidik Satreskrim Polres Blitar melakukan sejumlah langkah untuk melanjutkan kasus tersebut, dengan segera memanggil saksi-saksi dan pemilik kandang untuk dimintai keterangan.

“Kami segera memanggil para saksi dan pemilik kandang, untuk proses penyidikan lebih lanjut”, tandas Rifaldy Hangga.

Rifaldy Hangga menambahkan, untuk penanganan kasus ini, selain memeriksa sejumlah saksi dan pemilik peternakan, Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Seperti Dinas Peternakan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar.

“Selain proses penyidikan kami juga akan berkoordunasi dengan instansi terkait”, tandas Rifaldhy.

Diberitakan sebelumnya, peternakan Babi di dusun Sendung Desa Tembalang Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar disegel Tim Satgas Pangan Polres Blitar. Lantaran peternakan seluas sekitar 700 meter persegi tersebut sudah puluhan tahun dikeluhkan warga karena mencemari lingkungan. Bahkan pemilik peternakan yakni Andre pengusaha dari Malang, membuang limbah peternakan langsung ke Sungai tanpa diproses dahulu, tanpa melakukan pengolahan limbah sebelum membuang ke sungai, sehingga mencemari air sungai.

Selain puluhan tahun mencemari Sungai, peternakan yang memiliki 1126 ekor Babi tersebut, saat ini juga tidak memiliki ijin. Karena ijin usaha peternakan tersebut mulai 2004 hingga 2009 dan tidak diperpanjang lagi.

Jika terbukti melanggar, pemilik peternakan terancam pasal 109 UU RI Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun dan mksimal 3 tahun. (*)

Seluruh SMA/SMK di Blitar Siap Gelar UNBK  
Masyarakat Dilarang Bangun Polisi Tidur, Polisi Tidur Wewenang Pemerintah  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.