????????????????????????????????????Selebaran bacagub yang meresahkan masyarakat beredar di Blitar

BERITABLITAR.COM – Beredarnya selebaran fardlu ain memilih bakal calon Guburnur Jatim tertentu yang beredar di Blitar akhir-akhir ini sangat meresahkan Warga. Pasalnya selebaran menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 tersebut fardlu ain hukumnya untuk memilih bakal calon Gubernur tertentu.

Dalam selebaran tersebut, tertulis diantaranya, bahwa memilih calon tersebut dalam Pilkada Jatim hukumnva Fardlu Ain bagi masyarakat Jawa Timur dengan lintas Background. Alasanya Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang prosesnya berdarah-darah meninggalkan amanat kepada Bangsa Indonesia yang hidup di alam Kemerdekaan untuk mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan. Dan bakal calon tersebut mempunyai karakter dan punya kemampuan untuk itu.

Dalam seleberan tersebut juga ditulis, Hukum Fardlu Ain bisa diterapkan ketika kedua penyebab itu ada dan tidak bisa diterapkan ketika dua penyebab itu tidak ada. Oleh karenanya seseorang yang tidak memiliki dua hal tersebut tidak bisa di-Fardlu Ain-kan dan seseorang yang memiliki dua hal tersebut bisa di-fardlu Ain-kan.

Fardlu Ain yang dimaksud adalah kewajiban bagi setiap individu yang tidak bisa diwakili. Lintas Background, artinya tidak hanya kepada orang Muslim saja ke~Fardlu Ainnya tetapi kepada Non-Muslim juga.

Mengutip tulisan selebaran tersebut “Tidak hanya Golkar dan Demokrat, tetapi juga termasuk PDIP dan PKB serta yang Iain-lainnya. Sedangkan sanksi hukum dan akibat bagi para pelanggarnya (tidak rnernilih lbu Hj. Khofifah lndar Parawansa ) yaitu rnencederai Proklamasi dan mencederai terwujudnva Indonesia yang adil dan Makmur’,

????????????????????????????????????

Tak hanya itu, Adapun sanksi hukum secara Syar’i berlaku Hadits Nabi yang terdapat pada kitab Bujairimi ‘aIa al-khatib jilid 4 hal 318 yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Imam Hakim.

”Barangsiapa yang memilih seorang pemimpin  dan yang dipimpinnya adalah orang-orang Muslim dan orang tersebut tahu yang lebih baik daripada yang dipilihnya, maka dia telah melalukan penghianatan kepada Allah, kepada Rasulnya dan kepada orang-orang mukmin”.

Menanggapi beredarnya selebaram tersebut, salah satu Warga Desa Purwokerto Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, bahwa selebaran tersebut bisa membuat perpecahan diantara warga Blitar dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Juni mendatang. Atas beredarnya selebaran tersebut, dirinya mengaku sangat tidak setuju kampanye dengan membawa-bawa agama dan keyakinan.

“Kita tidak mau dengan adanya kampanye-kampanye hitam berbau Sara di Blitar. Selebaran seperti ini sangat meresahkan dan akan menimbulkan perpecahan diantara warga, karena membawa-bawa agama dan keyakinan”, tandasnya.

Dia berharap kepada aparat keamanan terkait, agar mengusut tuntas penyebar selebaran maupun kampanye-kmpanye hitam tersebut demi kedamaian serta kondusifitas di Blitar.

“Kami berharap, aparat harus tegas mengusut masalah ini, sehingga tidak timbul konflik dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur nanti”, pungkasnya (*)

Kebutuhan Pegawai Di Kabupaten Blitar Mulai Didata  
Empat Gepeng Asal Luar Kota Dipulangkan Tim Gabungan  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.