Ketua Fraksi Golkar, Anik Wahyuningsih

BERITABLITAR.COM –Tanah pengganti asset Pemerintah Kabupaten Blitar yang terletak di Desa Jatilengger Kecamatan Ponggok yang saat ini dipermasalahkan mendapat sorotan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Blitar. Sementara saat ini, Pansus yang sudah dibentuk sedang menangani permasalahan tanah asset Pemkap Blitar yang saat ini sudah dijadikan Perumahan Puri Ponggok Indah.

Pembentukan Pansus Jatilengger tersebut, karena adanya Surat Bupati Blitar No. 032/538/409.212/2014 tanggal 21 Mei 2014, perihal Permohonan Persetujuan Tukar Guling Tanah Asset Pemkab Blitar yang terletak di Desa Jatlengger, dan yang ditanda tangani oleh Hery Nugroho (mantan Bupati Blitar.red). Di dalam surat tersebut disebutkan, bahwa PT. BPPM telah menyerahkan tanah Pengganti yang nilainya setara dengan uang sebesar Rp.1.706.460.000,-

Menurut Ketua Fraksi Golkar, Anik Wahyuningsih, dalam surat Bupati tersebut menyebutkan, hasil kajian yang dilakukan oleh Appraiser and Consultan KJPP Iwan Nachron dan Rekan yang ditunjuk oleh PT. BPPM, bahwa tanah pengganti senilai dan setara dengan uang sebesar Rp. 1.706.460.000.

“Setelah kami pelajari Surat Bupati tersebut, diketahui tanah pengganti yang diajukan oleh PT. BPPM adalah tanah yang terletak di Kelurahan Satriyan RT.2 RW.2 Kecamatan Kanigoro seluas 7.140 meter persegi. Sedangkan tanah asset Pemkab yang ada di Jatilengger seluas 20.865 meter persegi. Itu artinya nilai tanah pengganti lebih rendah dari aset Jatilengger”, kata Anik Wahyuningsih kepada beritablitar.com, Senin (22/01/2018).

Anehnya, lanjut Anik, hasil kajian yang dilakukan Appraiser and Consultan KJPP Iwan Nachron dan Rekan yang ditunjuk oleh pihak ke 3 (pengembang), nilai tanah pengganti tersebut ditaksir pada 2014, sedangkan aset Jatilengger ditafsir di 2003.

“Seharusnya yang menafsir dari lembaga appraiser yang terakreditasi yang ditunjuk oleh Pemkab Blitar, bukan yang ditunjuk pengembang. Dan sesuai dengan Neraca Pemkab Blitar, seharusnya penilaian tafsir itu dilakukan di tahun yang sama. Jadi kalau tanah penggantinya tidak sebanding nilainya, bisa dikatakan akan merugikan negara”, jelas Anik Wahyuningsih. (*)

 

Luas Tanah Pengganti Jatilengger Lebih Rendah Dari Aset Jatilengger  
Bulog Operasi Pasar, Harga Beras Tetap Melambung Tinggi
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.