Pelajar SMP dan SMA di Kota Blitar yang terjaring razia, mendapat pembinaan dari Satpol PP Kota Blitar.

BERITABLITAR.COM, Kepanjenkidul – Tujuh pelajar SMA dan tiga pelajar SMP di Kota Blitar kembali terjaring razia Satpol PP Kota Blitar, karena berada di warung dan warnet saat jam pelajaran.

Dalam razia pelajar bolos, Kamis (18/01/2018) pagi, petugas Satpol PP Kota Blitar juga menggiring dua anak usia SD tak berseragam di sebuah warnet. Diketahui kedua anak putus sekolah tersebut berasal dari Kabupaten Malang, yang hendak mengamen di wilayah Kota Blitar.

Petugas membawa para pelajar dan anak jalanan tersebut ke kantor Satpol PP di Jalan Mastrip, Kota Blitar untuk diberi pembinaan. Mereka disuruh berbaris di halaman kantor Satpol PP, dan hormat ke bendara, kemudian disuruh menghafalkan Pancasila. Bahkan beberapa siswa disuruh lari sambil telanjang badan keliling halaman kantor Satpol PP, dan push up.

Saat pemeriksaan ponsel milik pelajar yang terjaring saat bolos sekolah, petugas menemukan dua ponsel milik pelajar yang menyimpan gambar-gambar porno.

AK, salah satu pelajar SMA yang ponselnya diketahui menyimpan gambar porno mengaku jika gambar tersebut berasal dari grup WhatsApp (WA).

“Gambar itu dari grup WhatsApp, belum saya hapus”, kata AK kepada petugas Satpol PP Kota Blitar.

Sementara BDS, salah satu siswa kelas XII SMA swasta di Kota Blitar yang ikut terjaring razia Satpol PP mengaku membolos lantaran sering diejek dan dibully teman-teman sekolahnya.

“Kala masuk sekolah saya sering dibuly, makanya saya takut masuk”, tutur BDS kepada beritablitar.com.

Sementara Yusuf Dwi Manshuri, salah satu guru SMA di sekolah BD yang datang kantor Satpol PP Kota Blitar, berjanji akan menindaklanjuti dan memanggil siswa yang mengolok-ngolok BD.

“Nanti yang bersangkutan akan kita panggil untuk klarifikasi dan akan kita beri pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi”, kata Yusuf Dwi Manshuri.

Para orangtua dan guru siswa yang terjaring razia saat membolos dipanggil ke Kantor Satpol PP Kota Blitar, untuk  diberi pengarahan aga membina anak-anak yang terjaring razia.

Razia ini dilakukan demi mencegah siswa sekolah bertindak di luar batas. Serta untuk  menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Karena banyak laporan masyarakat,  bahwa banyak pelajar yang berada di warung dan warnet saat jam pelajaran.

“Tadi kami menyisir sejumlah warung dan warnet di Kota Blitar, dan berhasil menjaring 10 pelajar dan 2 anak putus sekolah berasal dari Kabupaten Malang. Tindakan ini terus menerus kami lakukan agar adik-adik sekolah ini bisa kembali ke sekolah untuk belajar”, kata Kasi Tibum dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Blitar, Pedro Amaral. (*)

Penambang Pasir Gunakan Mesin Diesel, Digrebek Polisi  
Panwaslu Kota Blitar Lantik 21 Pengawas Pemilihan Lapangan  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.