BERITABLITAR.COM, Kanigoro – Pembacaan pandangan umum Fraksi Partai Golongan Karya, terkait rencana pembangunan Pabrik Gula di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar perlu dikaji dan dievaluasi kembali. Mengingat bahwa produksi Pabrik Gula Rejoso belum bisa dibuktikan kerja, kinerjanya, dan capaiannya.

Dilain sisi ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan, yakni aspek sosial, ekonomi, dan hukum.

“Kami dari Fraksi Golkar ingin agar rencana investasi pabrik gula di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan untuk dikaji dan dipertimbangkan lagi dari berbagai aspek,” jelas Ketua Fraksi Golkar Suswati kepada beritablitar.com.

Dan yang harus digaris bawahi adalah, perencanaan stok bahan baku berupa tebu yang diduga berasal dari lahan konflik atau sengketa antara masyarakat dengan kehutanan maupun HGU swasta.

“Perlu diperhatikan lagi adalah, dari mana pabrik gula ini mengambil bahan baku. Jangan sampai terjadi konflik antara pemasok bahan baku,” tegasnya.

Kekhawatirannya kemudian, lanjut dia, perlu diingat bahwa lahan-lahan konflik tersebut lebih berguna untuk tanaman keras sebagai pencegah erosi serta penyimpan debit air tanah.

“Sebab selama ini Wilayah Blitar Selatan selalu terancam bahaya kekeringan,” beber ibu berjilbab ini.

Untuk itu, Fraksi Golkar sebelum rencana dibuka kepada masyarakat luas. Fraksi Golkar menilai agar rencana investasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk melihat aspek manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Semoga ini bisa menjadi bahan kajian bagi Pemkab Blitar, dalam melangkah dan menyetujui investasi di Kabupaten Blitar yang kita cintai ini,” pungkas Suswati. (*)

Empat Pengedar Pil Koplo Dibekuk, Satreskoba Polres Blitar Kota Panen Tangkapan
55 Desa Belum Lunas PBB P2, Baru 6 Desa Sudah Diklarifikasi  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.