Truk pencari pasir tertimbun longsoran tebing Kali Putih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM, Gandusari – Akibat digusur hujan deras, tebing sisi Timur Kali putih Desa Sumberagung Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar longsor. Longsoran dengan ketinggian sekitar 50 meter dan lebar sekitar 30 meter tersebut, mengakibatkan 1 unit truk tertimbun dan 3 unit truk terjebak tidak bisa keluar dari lokasi, Minggu (14/01/2018) .

Kejadian tersebut berawal saat saksi mencari pasir di Kali Putih tiba-tiba tebing sisi Timur sungai mengalami longsor dengan skala kecil, Minggu (14/01/2018) sekitar pukul 17.00. Saksi tersebut yaitu, Yuliantoro (sopir), Yudi Santoso (kuli muat pasir), Imam (kuli muat pasir), ketiganya warga RT. 02 RW. 04 Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.

“Melihat tebing longsor, mereka langsung lari ke sisi Barat. Dan beberapa saat kemudian terjadi longsor susulan yang lebih besar dan mengakibatkan 1 unit truk tertimbun longsoran”, kata Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Senin (15/01/2018).

Lebih lanjut Slamet menyampaikan, pada saat bersamaan, di sisi Utara sungai ada 3 unit truk yang sedang mencari pasir, sehingga ketiga truk tersebut tidak bisa keluar dari lokasi karena bahu sungai tertutup longsoran.

“Akibat longsoran susulan tersebut, tiga truk lainnya terjebak longsoran di sisi Utara hingga terisolasi”, tadas Slamet Waloya.

Sementara saat petugas mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 23.00, petugas mendapati 1 unit truk tertimbun longsoran dan 3 unit truk di sisi Utara terisolasi.

“Dalam kejadian tanah longsor ini, tidak ada korban jiwa. Sementara 1 truk yang tertimbun dan 3 truk terisolasi ditinggal sopir dan kuli di lokasi”, jelas Kapolres Blitar.

Tebing sisi Timur yang longsor, hingga saat ini dalam kondisi mengantung dan rawan terjadinya longsor susulan. Sedangkan untuk dapat melakukan evakuasi 1 truk yang tertimbun dan 3 truk yang terisolasi, membutuhkan alat berat.

“Jika terjadi longsor susulan, berkibat akan membendung sungai. Hal ini sangat berbahaya terhadap para penambang di sisi Selatan yang sampai saat ini masih berlangsung. Karena jika bendungan dari longsoran tersebut ambrol, bisa mengakibatkan banjir bandang”, pungkasnya. (*)

Potensi Penghasil PAD Tak Tergarap Disesalkan Komisi II DPRD Kabupaten Blitar 
Bantu Tetangga Mendirikan Rumah, Warga Kedungwungu Tewas  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.