Sri Fatokah menunjukkan bukti tertulis laporan yang telah diantarnya sendiri ke MA dan OJK di Jakarta.

BERITABLITAR.COM, kepanjenkidul – Meskipun saat ini, proses pengajuan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya belum mendapatkan jawaban. Sri Fatokah melaporkan dugaan kasus pelelangan yang tidak sesuai harga yang menimpanya ke Mahkamah Agung (MA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Paska menerima putusan, dimana pihak Pengadilan Negeri (PN) Blitar menolak gugatan yang dilakukannya. Namun, dirinya menganggap bahwa sejak awal mulai dari proses lelang hingga sidang yang telah dilaksanakan sudah diatur sejak awal, dan memang pihak bank ingin mengambil alih rumah dan tanah miliknya.

“Ya, memang benar saya sudah memasukkan laporan terkait kasus saya, dan langsung saya antar sendiri ke Kantor MA Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Utara serta Kantor OJK pusat di Jalan MH Thamrin,” jelas Sri Fatokah kepada koran ini kemarin.

Lebih lajut Sri Fatonah menyampaikan, laporan ini karena menganggap proses hukum yang diterimanya tidak adil, dan salah satu bank swasta di Kota Blitar telah melakukan proses lelang rumah dan lahan miliknya secara sewenang-wenang. Bahkan, membuat informasi seolah-olah dirinya tidak mau bekerjasama.

“Yang saya sedihkan dan membuat saya merasa sangat marah, saya ini seolah-olah dianggap tidak mau membayar, sehingga bank terpaksa melelang. Padahal, saya siap membayar, bahkan telah menjual aset pribadi untuk menutupi tunggakan hutang. Namun pihak bank sudah melelang duluan,” tegasnya.

Dirinya ingin melihat sendiri bahwa mata hukum di negara ini bukan mainan pihak berkuasa. Dirinya menginginkan agar kasus yang dialaminya tidak lagi terjadi kepada orang lain. Makanya, dia bersikukuh bahkan berangkat dan mengadukan apa yang dialaminya hingga ke Jakarta.

“Saya sampai tidur di stasiun Kereta Api di Jakarta. Tapi tidak apa-apa, dan alhamdulillah pihak MA maupun OJK memberikan sambutan positif dan menerima laporannya dengan tangan terbuka,” akunya.

Dia berharap, kasus yang dialaminya ini mendapat perhatian dari MA maupun OJK. Dan semua bukti-bukti terkait kesewenangan pihak bank hingga hakim Pengadilan Negeri (PN) Blitar telah ditulisnya dalam laporan tertulis kepada instansi peradilan tertinggi itu.

“Biar semua rakyat negeri ini tahu, bahwa saya orang kecil telah diperlakukan sewenang-wenang. Rumah dan tanah hasil usaha dan keringat saya ingin dirampas dengan harga yang tidak pantas. Saya ingin melihat keberpihakan hukum di negeri ini kepada siapa?” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, gugatan Sri Fatokah atas kasus lelang dibawah harga dengan tergugat Bank Panin Cabang Blitar ditolak oleh Pengadilan Negeri Blitar. Dalam putusan PN, menegaskan bahwa harga lelang yang dilakukan oleh pihak bank sudah sesuai. Kemudian Sri Fatokah bersama kuasa hukumnya melayangkan proses banding ke Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya. Beberapa waktu lalu, Sri Fatokah melalui kuasa hukumnya mengirimkan materi banding ke PT. Dan hingga saat ini masih menunggu jawaban putusan dari pihak PT. (*)

3000 Trailer Semarakan Bhayangkara Adventure Trail 2018  
Nenek Supinah Membusuk Di Lantai Rumah  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.