Kasat Lantas Polres Blitar AKP Argya Satya Bhawana menunjukan surat tugas kepada Haykal, siswa SMK Kademangan yang tidak memiliki SIM

BERITABLITAR.COM, Kademangan – Banyak alasan atau cara, para pelajar dalam menghadapi razia lalu lintas agar tidak ditilang. Ada yang menangis, alasan buru-buru, orang tua repot tidak bisa ngantar, dan masih banyak lagi alasan yang mereka buat agar polisi menjadi iba. Bahkan ada pelajar yang memaki-maki petugas dan menanyakan surat tugas agar tidak ditilang karena tidak memiliki SIM.

Pantauan beritablitar.com di lokasi, banyak kejadian atau ulah para pelajar yang terjaring razia lalu lintas di Jalan Raya Sadewo, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Kamis (11/01/2018) pagi. Mulai dari yang telepon orang tuanya, ada juga yang menangis karena takut motornya disita polisi, bahkan ada juga yang berani memaki-maki polisi hingga menanyakan surat tugas.

Pelajar SMK Kademangan yang memaki-maki dan minta surat tugas tersebut mengaku bernama Ahmad Fikri Haykal. Awalnya ketika sepeda motor yang dikendarainya diberhentikan petugas Satlantas Polres Blitar, dia kelihatan pasrah karena tidak memiliki SIM. Namun ketika putugas akan memberikan surat tilang, justru pelajar SMK Kademangan ini meminta petugas untuk menunjukkan surat tugasnya.

“Saya minta surat tugas polisi melakukan razia, karena penasaran saja”, ujar pelajar SMK Kademangan yang mengaku bernama Haykal.

Melihat kejadian tersebut dan tidak mau terjadi perdebatan, Kasatlantas Polres Blitar AKP Argya Satria Bawana langsung menghampiri dan menunjukkan surat tugasnya. Menurut Argya, setiap tugas yang dilakukan harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Dalam melaksanakan tugas tentu saja kita harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku termasuk kelengkapan surat tugas”, kata AKP Argya Satya Bhawana SIK. Kamis (11/01/2018).

Pelajar SMP ini menangis saat sepeda motornya disita polsii

Satlantas Polres Blitar, akan tetap mengambil tindakan bagi para pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa membawa STNK dan SIM, atau kelengkapan lainnya seperti helm, kaca spion, kenalpot racing.

“Bagi pelajar yang mengendarai sepeda motor tidak memiliki SIM dan kelengkapan lainnya, apapun alasannya, dia tetap bersalah karena belum cukup umur. Apapun alasan mereka, tetap kami tilang”, tegas AKP Argya Satria Bawana. (*)

Jasad  Pelajar SMP di Blitar Bunuh Diri Ditemukan Warga  
Panwaslu Bentuk Sentra Gakkumdu Pilgub 2018  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.