Suasana duka menyelimuti rumah Muji Slamet dan Wiji Astuti orang tua AW di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM, wonodadi – Pasca diketemukannya jasad AW, 16 tahun, siswa kelas VII SMP Negeri 3 Srengat, Kamis (11/01/2018) sekitar pukul 06.00. Suasana duka menyelimuti rumah Muji Slamet dan Wiji Astuti, orang tua AW di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Kondisi orangtua AW, siswa SMPN 3 Srengat yang bunuh diri terjun ke Sungai Brantas, saat ini masih shock melihat kenyataan putranya sudah tiada.

Pantauan beritablitar.com, puluhan pelayat terlihat berkumpul di depan rumah duka. Sejumlah guru dan teman sekolah AW juga terlihat datang ke rumah duka,  untuk melaksanakan salat jenazah di depan mayat AW.

Kondisi ke dua orangtua AW, siswa SMPN 3 Srengat yang bunuh diri terjun ke Sungai Brantas ini, juga terlihat masih shock. Bahkan ibu AW, berkali-kali jatuh pingsan saat mengetahui tubuh anak pertamanya dari tiga bersaudara sudah ketemu. Ibunya terus menangis, dan sejumlah kerabat terlihat menenangkannya.

Saat guru dan teman sekolah AW datang ke rumah duka, emosi ayah AW kembali tidak stabil. Ayah AW tiba-tiba berteriak-teriak sambil mengerang-ngerang seperti orang kesurupan.

Kondis tersebut membua suasana di rumah duka menjadi gaduh. Sejumlah keluarga dan pelayat langsung masuk ke rumah untuk menenangkan ayah korban. Ibu korban juga kembali menangis histeris. Melihat hal itu, warga sepakat segera memberangkatkan jenazah AW ke tempat pemakaman umum. (*)

Main Game, 36 Pelajar Digaruk Satpol PP  
110 Pelajar SMP Dan SMK Langgar Lalu Lintas  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.