Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Ismuni

BERITABLITAR.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar mencatat, hingga akhir bulan 2017 lalu, sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Blitar belum lunas PBB P2. Padahal untuk memaksimalkan pemasukan Pendapatn Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar dari sektor pajak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus melakukan evaluasi terhadap penerimaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Menurut data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, setelah dilakukan rekapitulasi penerimaan PBB P2 di Kabupaten Blitar untuk tahun 2017, hingga saat ini dari 22 kecamatan yang ada, baru 7 kecamatan yang melunasi PBB P2.

“Hasil rekapan PBB P2 tahun 2017, dari 22 kecamatan yang sudah lunas baru 7 kecamatan. Sedangkan 15 kecamatan lainnya belum lunas,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Blitar, Ismuni kepada beritablitar.com, Rabu (10/01).

Menurut Ismuni, 7 Kecamatan yang belum lunas terseut, diantaranya Kecamatan Panggungrejo, Bakung, Wates, Sutojayan, Wonotirto, Udanawu, dan Kecamatan Doko.

“Dengan demikian realisasi PBB P2 hingga akhir 2017, masih tercapai sekitar 91,61 persen atau sebesar Rp 25,7 miliar dari baku ketetapan senilai Rp 28 miliar”, jelas Ismuni.

Penyebab pajak yang belum terealisasi, diantaranya adanya indikasi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) dobel atau SPPT bodong. Selain itu masih ada Wajib Pajak (WP) yang di luar kota.

“Pajak yang tidak dapat terelasisai di 2017, akan menjadi tunggakan pajak terhutang pada 2018 ini”, pungkas Ismuni. (*)

Surat Kaleng Diduga Penyebab Siswa SMP Di Blitar Bunuh Diri  
Ratusan Warga Blitar Terjangkit HIV/AIDS  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.