Petugas gabungan BPBD, Polri dan TNI dengan dibantu warga memperbaiki tanggul kali Unut yang jebol akibat diterjang banjir.

BERITABLITAR.COM, Sutojayan –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengingatkan sejumlah potensi bencana yang mungkin terjadi saat memasuki musim penghujan di awal 2018 ini. Termasuk di wilayah Kecamatan Sutojayan berpotensi banjir, akibat jebolnya tanggul kali Unut dan Bogel yang hingga kini hanya diperbaiki dengan tumpukan karung berisi pasir. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan.

Di musim penghujan ini, tidak bisa diprediksi kekuatan alam, termasuk tanggul kali Unut yang hanya diperbaiki dengan tumpukan karung berisi pasir untuk dijadikan tanggul darurat.

“Jika intensitas hujan tinggi potensi tanggul jebol yang berakibat banjir sangat tinggi. Kita tidak bisa memprediksi kekuatan alam”, kata Heru Irawan kepada beritablitar.com, Minggu (07/01/2018).

BPBD Kabupaten Blitar, lanjut Heru, dibantu warga mengintensifkan pengecekan di tanggul kali Unut dan Bogel. Hal ini untuk mengetahui, bila ditemukan ada yang perlu segera diperbaiki, BPBD langsung melakukan  penambahan tumpukan karung berisi pasir untuk dijadikan tanggul darurat di masing-masing titik yang rawan jebol.

“Kita terus melakukan pengawasan kondisi tanggul. Ini untuk menghindari jebolnya tanggul darurat dan tetap siaga bencana banjir”, tandasnya.

Agar setiap memasuki musim hujan tanggul kali Unut dan Bogel tidak jebol, diperlukan normalisasi di kedua aliran sungai tersebut. Saat ini sudah ada kepastian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jatim terkait normalisasi, yang pelaksanannya  akan dilakukan tahun ini. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar belum mengetahui kapan proyek normalisasi tersebut akan dimulai.

“Tahun ini, sudah ada kepastian. Namun kita belum tahu kapan akan dimulainya normalisasi kali Unut dan Bogel tersebut. Rencananya akan dilakukan dengan system multi years dan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang”, terang Heru.

Tanggul kali Unut dan Bogel selama ini, rawan jebol apalagi jika curah hujan tinggi. Karena memang hanya merupakan tanggul tradisional yang dibuat dari sesek bambu dan karung pasir.

“Jika tanggul jebol, akan berakibat banjir dan menggenangi pemukiman warga serta area persawahan. Karena selain tanggulnya darurat, juga adanya pendangkalan dan penyempitan sungai”, pungkasnya. (*)

Curah Hujan Tinggi, Jalan Penghubung Dua Dusun Ambrol
Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Di 5 OPD Telah Dibuka  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.