BERITABLITAR.COM – Tim Satgas Saber Pungli (Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar) Satreskrim Polres Blitar mengamankan 2 orang calo dan 1 PNS Dispendukcapil Kabupaten Blitar. Mereka diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (03/01/2018) sekitar 12.30, di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar di Kanigoro Blitar.

Ke tiga orang yang diduga melakukan praktek percaloan pengurusan dokumen seperti, e-KTP, Akta kelahiran, Surat Keterangan pindah tempat dan Penghapusan nama dalam KK tersebut adalah Si, PNS Kasi Pencatatan Kelahiran Dispendukcapil Kab Blitar. Sedangkan dua orang calo yaitu, Sunarji (50), wiraswasta warga jalan Mayang Tengah RT.03 RW. 05 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, dan Sukartiningsih (59), ibu rumah tangga  warga jalan Cendana No. 64 RT. 01 RW. 03 Kelurahan Srengat Kecamaan Srengat  Kabupaten Blitar.

“Mereka diamankan saat melakukan  kepengurusan dokumen kependudkan. Ketiga orang tersebut berikut barang bukti, dibawa ke Polres Blitar untuk penyidikan lebih lanjut”, kata Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Kamis (03/01/2018).

Menurut Slamet Waloya, ketiganya melakukan praktek percaloan pengurusan e-KTP dengan cara menawarkan jasa pengurusan surat-surat atau dokumen  untuk mempercepat proses pengurusannya tanpa harus mengantri dan menunggu lama dengan meminta imbalan sejumlah uang kepada pemohon.

“Mereka menawarkan jasa kepengurusan dengan lebih cepat tidak perlu antri, dengan imbalan sejumlah uang”, jelas Slamet Waloya.

Dalam OTT tersebut, Tim Saber Pungli Polres Blitar telah mengamankan uang tunai dari Sunarji sebesar Rp. Rp. 678.000 beserta beberapa dokumen, dan dari Sukartiningsih sebesar Rp. 220.000 dan beberapa dokumen serta alat komunikasi yang digunakan.

“Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya uang tunai sebesar Rp 898 ribu, sejumlah dokumen, serta telpon genggam milik ketiga pelaku”, tandas Kapolres Blitar.

Sementara Hariyanto, satu diantara warga yang mengurus e-KTP mengaku, bahwa dia mendengar ada seseorang mengurus dengan membayar uang Rp 100-150 ribu, e-KTPnya cepat jadi, hanya menunggu selama 3 hari. Padahal dirinya sudah mengurus e-KTP selama 6 bulan, namun hingga saat ini belum jadi.

“Saya dengar kalau ingin cepat e-KTP nya jadi harus bayar Rp 100-150 ribu melalui calo, kemudian diberikan kepada orang dalam”, ungkap Hariyanto.

Menanggapi OTT di kantornya, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar Eko Budi Winarso menegaskan, pelayanan yang dilakukan petugas selalu sesuai dengan prosedur. Bahkan  pihaknya sudah menyeterilkan Dispendukcapil Kabupaten Blitar dari praktek pungli dan percaloan. Namun jika terbukti ada stafnya yang melakukan tindakan percaloan dia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum.

“Tidak ada antrian lewat belakang, semua nomor antrian sesuai dengan yang disediakan petugas. Kita sudah bersihkan semuanya dari praktik percaloan.Pengurusan semuanya juga harus melewati tahapan-tahapan yang berlaku. Namun jika memang ada petugas nakal silahkan saja ditindak sesuai aturan yang berlaku”, tegas Eko Budi Winarso. (*)

Bangunan Tua Ambruk, Tetangga Patah Kaki Ketimpa Balok  
Wawali Santoso Dukung HAB Kemenag ke-72  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.