Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya memimpin langsung razia pelajar yang mengendarai sepeda motor
  • Polisi berhasil mengamankan 300  kendaraan

Berita Blitar – Satlantas Polres  Blitar menggelar razia bagi pelajar yang pergi ke sekolah mengendarai sepeda motor di jalan raya Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, Rabu (030/01/2018) pagi. Petugas menemukan berbagai pelangaran, mulai tidak menggunakan helm hingga tidak memiliki SIM. Razia pelajar yang mengendarai sepeda motor tersebut, dipimpin langsung Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya.

Pantauan di lapangan, nampak ratusan pelajar berseragam SMP dan SMA kebingungan saat terjaring operasi Lalu Lintas di jalan raya Ludoyo Sutojaayan tersebut. Berbagai alasan dan tingkah laku yang dibuat pelajar saat terjaring razia lalu lintas. Ada yang menangis, menghubungi orang tuanya, bahkan beberapa dari pelajar berusaha kabur.

Rata-rata pelanggaran yang dilakukan pelajar tidak memiliki SIM, dan tidak memakai helm. Bahkan tiga siswa SMP diciduk petugas lantaran nekat berboncengan tanpa helm. Mereka beralasan buru-buru karena sudah terlambat sekolah. Berbagai alasan dan siasat untuk menghadapi petugas Satlantas Polres Blitar, agar petugas merasa iba.

“Kami minta maaf pak, kami buru-buru karena sudah kesiangan, untuk itu kami bawa motor hari ini. Biasanya setiap hari kami diantar orang tua”, tandas salah satu pelajar yang terjaring razia saat ditegur Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Argya Satya Bawana, Rabu (03/01/2018), lantaran berboncengan tiga.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, razia pelajar berkendaraan sepeda motor ini sengaja digelar pada jam masuk sekolah, karena banyak pelajar di wilayah hukum Polres Blitar yang tak tertib lalu lintas.

“Ini memprihatinkan, banyak pelajar yang tidak memakai dan bawa SIM. Ini menunjuka kesadaran pelajar masih rendah”, kata Slamet Waloya di tengah-tengah razia lalu lintas.

Menurut Slamet Waloya, banyaknya pelajar yang jaring razia ini, merupakan kesalahan orang tua yang membiarkan anak belum cukup umur mengendarai sepeda motor ke sekolah. Bahkan banyak pelajar SMP dan SMA yang belum memiliki SIM dibiarkan mengendarai sepeda motor.

“Kalau dibiarkan, ini sangat membahayakan bagi anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor”, jelas Slamet Waloya.

Slamet Waloya menhimbau kepada semua orang tua untuk mengantar putra-putrinya ke sekolah. Namun jika tidak bisa mengantar, mestinya orang tua membiasakan anak-anaknya menggunakan transportasi umum.

“Jika bisa para orang tua harus mengantarkan anaknya ke sekolah. Namun jika tidak, bisa menggunakan transportasi umum”, himbau Slamet Waloya.

Hal senada disampaikan Kasatlantas Polres Blitar, AKP Argya Satrya Bhawana. Pihaknya sangat prihatin dengan tindakan orang tua yang membiarkan anak-anaknya mengendarai kendaraan bermotor, karena belum cukup umur.

“Kebiasaan ini sangat membahayakan bagi anak-anak sendiri. Apalagi saat ditanya petugas, mereka juga berani berbohong”, ujar Argya Satrya Bhawana.

Lebih lanjut Argya Satrya Bhawana menyampaikan, hasil razia kendaraan bagi pelajar yang dimulai pukul 06.00 WIB hingga 07.30  WIB ini, Satlantas Polres Blitar berhasil mengamankan 300  kendaraan. Berbagai pelanggaran yang ditemukan diantaranya tidak memakai helm, tidak memiliki surat-surat kebanyakan tidak memilik SIM, bahkan pelat nomor polisi yang dimodifikasi.

“Kami akan membuat surat rekomendasi kepada pemerintah daerah dan sekolah agar pelajar tidak diizinkan membawa kendaraan”, pungkas Kasatlantas Polres Blitar. (*)

Lima Warga Kota Belum Bebas Pasung  
Dewan Minta Sepeda Para Siswa SMP Ber Plat Nomor  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.