Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Sutoyo

Berita Blitar – Setelah mendapat penolakan warga dan berbagai kelompok masyarakat, nampaknya permasalahan pabrik gula di Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar yang dikelola  PT. Rejoso Manis Indo (RMI) sudah redam. Hal ini terlihat, hingga saat ini kegiatan di lokasi pembangunan pabrik gula tersebut, terus berlanjut. Bahkan DPRD Kabupaten Blitar menyatakan tahun 2018 ini pembangunan akan dimulai.

Komisi II DPRD Kabupaten Blitar terus mendukung pembangunan pabrik gula di Rejoso Kecamatan Binangun yang dikelola oleh PT RMI tersebut. Komisi II memastikan di awal Januari 2018 ini, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung pabrik milik PT. Rejoso Manis Indo.

“Kita terus mensuport pembangunan pabrik gula yang ada di Rejoso. Informasi yang kita dapatkan dari pihak perusahaan, bahwa di awal Januari ini akan dilakukan peletakan batu pertama atau pembangunan gedung pabrik,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Sutoyo, Selasa (02/01/2018).

Lebih lanjut Sutoyo menyampaikan, sesuai target yang direncanakan, bahwa di tahun 2019 mendatang, pabrik gula ini harus sudah beroprasi. Untuk itu di tahun ini fokus pada pembangunan gedung pabrik. Selain itu, keberadaan pabrik gula tersebut tentu akan meningkatkan  Pendapatan Asli Derah (PAD) yang cukup besar. Bahkan, diharapkan dengan adanya pabrik gula ini, tentu perekonomian masyarakat sekitar juga bisa dipastikan akan meningkat.

“Keberadaan pabrik ini kita pandang sangat bermanfaat, karena selama ini masyarakat Kabupaten Blitar sendiri juga masih kesulitan menjual hasil panen tebunya. Jadi dengan adanya pabrik ini, masyarakat sudah tak perlu bingung lagi”, jelas Sutoyo.

Sutoyo menambahkan, terkait masalah izin pihaknya meyakini, bahwa pihak PT. Rejoso Manis Indo (RMI) berkomitmen untuk terus mengurusnya. “Saya yakin PT. RMI tetap memproses perizinan sesuai prosedur”, imbuh Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar.

Diberitakan sebelumnya, proses pembangunan pabrik gula di Desa Rejoso Kecamatan Binangun ini menuai banyak pro kontra di kalangan masyarakat. Sealin terkait masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang masih dipertanyakan, juga adanya penyerobotan tanah aset desa yang digunakan untuk area pembangunan pabrik. (*)

DPMD Pastikan 220 Desa Sudah Terapkan Aplikasi Siskeudes
Garis Polisi Stadion Suprijadi Dilepas
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.