Angota Satreskrim Polres Blitar Kota melepas garis polisi setelah hasil pemeriksaan saksi ahli tidak diketemukan kerugian negara.

Saksi Ahli : Tidak Ditemukan Kerugian Negara 

Berita Blitar – Mengacu pada hasil pemeriksaan tiga saksi ahli, penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota memutuskan tidak diketemukan adanya kerugian negara dalam peristiwa robohnya bangunan dinding tribun penonton sisi Selatan Stadion Suprijadi. Berdasarkan keterangan saksi ahli tersebut, penyidik menghentikan proses penyelidikan dengan melepas Garis Polisi, dan menyatakan pembangunan bisa dilanjutkan kembali.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengaku, jika pihaknya sudah memintai keterangan kepada tiga saksi ahli, yaitu ahli konstruksi bangunan dari ITN Malang, ahli pengadaan barang dan jasa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan ahli keuangan negara dari salah satu universitas di Makasar, dan beberapa saksi.

“Menurut pendapat saksi ahli yang kami mintai keterangan menyebutkan, proyek itu masih menjadi tanggung jawab rekanan karena belum diserahkan kepada PUPR Kota Blitar. Dan tidak diketemukan adanya kerugian negara dalam peristiwa itu”, kata AKP Heri Sugiono, Selasa (02/01/2018).

Menurut Heri Sugiono, berdasarkan keterangan ke tiga ahli tersebut, proyek tersebut masih proses pengerjaan oleh rekanan. Bahkan rekanan juga sanggup membangun ulang proyek tersebut sesuai dengan perencanaan semula.

“Berdasarkan keterangan saksi ahli, polisi menyimpulkan tidak ada kerugian negara dalam peristiwa tersebut. Kendati demikian, saksi ahli konstruksi menyebutkan ada beberapa bagian pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi. Namun rekanan sanggup menggantinya dan mengerjakan kembali sesuai spesifikasi teknis”, ungkap Kasat Reskrim Polres Blitar Kota.

Heri menambahkan, selain itu, karena pekerjaan belum diserahkan kepada Dinas PUPR Kota Blitar, maka polisi tidak bisa masuk untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek yang masih berjalan.

“Garis polisi yang dipasang di TKP sudah kami lepas, dan proyek tersebut sudah bisa dilanjutkan kembali. Namun kami akan tetap melakukan pengawasan”, tegas Heri.

Dalam peristiwa robohnya bangunan dinding tribun penonton sisi Selatan Stadion Suprijadi, polisi sudah memeriksa sebanyak 11 saksi termasuk ke tiga saksi ahli. Sejumlah saksi tersebut diantaranya dari Pemilik Pekerjaan (Dinas PUPR Kota Blitar), PA (Kepala Dinas PUPR Kota Blitar), PPK (Kabid Cipta Karya Dinas PUPR), PPTK (Kasi Bangunan Dinas PUPR), Bendahara Pengeluaan (Bedahara Dinas PUPR), Konsultan Perencana (CV. Cipta Kontruksi), Konsultan Penawas (CV. Lawang Sewu), dan Pelaksana Kegiatan (CV. Karya Makmur).

Sementara Sekretaris DPUPR Kota Blitar, Heru Catur W mengatakan, meskipun garis polisi sudah dilepas sejak 1 Januari 2018 kemarin. Namun, kelanjutan pembangunan proyek masih belum dilakukan. Karena pihaknya hingga saat ini masih berkoordinasi dengan rekanan untuk melanjutkan pembangunan proyek tersebut.

“Proses pembangunannya belum dimulai kembali, meski garis polisinya sudah dilepas mulai kemarin, Kami masih koordinasi dengan rekanan”, jelas Heru Catur W. (*)

Pemuda Sawentar Garong HP Dibekuk  
BPBD Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Februari  
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.