Jpeg

Berita Blitar – Di tangan Ismarofi (42), batok atau tempurung kelapa bisa diubah menjadi barang kerajinan yang menarik. Ia memanfaatkan batok kelapa untuk membuat kerajinan tas yang kini menjadi souvenir khas di tempat wisata Makam Bung Karno, Kota Blitar.

Rofi, begitu Ismarofi biasa disapa, mulai membuat kerajinan tas batok sejak 1999. Dengan modal utangan Rp 2 juta, ia membeli alat seperti gergaji duduk dan bor untuk memulai membuat tas batok. Kala itu, selama lebih kurang tiga bulan, ia mempelajari cara memotong dan mengebor batok agar bisa dirangkai menjadi tas.

“Saya belajar membuat tas batok ini secara otodidak, butuh waktu tiga bulan, kala itu. Padahal saya sudah punya basic tukang kayu, tapi tetap kesulitan ketika memulai membuat tas batok,” kata warga RT 2 RW 6 Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar itu, Selasa (16/5).

Setelah berhasil memproduksi tas batok, ia masih punya kendala dalam pemasaran. Kala itu, belum banyak orang tahu dengan tas batok. Baru enam bulan kemudian, tas batok buatannya laku. Ia memasarkan tas batok tersebut ke pedagang-pedagang souvenir yang biasa mangkal di tempat wisata Makam Bung Karno.

Ide awal Rofi membuat kerajinan tas batok berasal dari tetangganya. Tetanggannya yang biasa berjualan souvenir di Makam Bung Karno punya dagangan tas batok. Ketika itu, tas batokyang dijual tetangganya belum banyak. Peminatnya juga masih jarang-jarang. Dari situ, ia kepikiran untuk mencontoh membuat kerajinan tas batok.

“Selama ini batok hanya dibuang atau dibakar. Padahal, kalau dikreasi, batok ini punya nilai seni juga,” ujarnya.

Ia mengakui proses pembuatan tas batok butuh proses lama. Proses paling lama pada tahap pemotongan dan pengeboran. Setelah dipotong dan dibor, batok yang sudah dibentuk itu dihaluskan menggunakan amplas, lalu dipernis. Kemudian baru ditempel-tempelkan di media yang sudah disiapkan. Untuk membuat tas batok, ia membutuhkan bahan tambahan lain seperti kertas karton, kain, dan resleting. “Memang harus telaten untuk membuat tas batok,” katanya.

Keuletan dan kegigihan Rofi membuat kerajinan tas batok akhirnya memang membuahkan hasil. Kini kerajinan tas batok miliknya berkembang pesat. Pesanan tas batok dari luar daerah terus mengalir tiap bulan. Mulai dari Bali, Jakarta, Yogyakarta, Aceh, Sulawesi, hingga Kalimantan.

Tak hanya itu, berkembangnya teknologi, juga membuat pemasaran tas batoknya dapat menjangkau ke luar negeri. Ia memasarkan tas batoknya lewat sosial media. Dampaknya, banyak tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri memesan tas batok di tempatnya untuk di jual lagi di luar negeri. Mulai dari Hongkong, Singapura, Belanda, bahkan sampai Rusia.

“Kalau ekspor sendiri belum pernah. Kirim ke luar negerinya kalau ada pesanan dari sana. Rata-rata yang pesan TKI untuk dijual lagi di tempat bekerja. Paling banyak pesanan dari Hongkong,” ujarnya.

Produksi tas batoknya juga terus bertambah. Kini, tiap hari rata-rata, ia memproduksi 50 biji tas batok hingga 75 biji tas batok. Jumlah pekerja juga bertambah banyak mencapai 43 orang. Pekerjanya rata-rata tetangganya sendiri. Jenis produksinya juga bertambah tidak hanya tas saja, tapi juga membuat gantungan kunci, tempat tisu, dan tempat lampu.

“Kendalanya memang di sumber daya manusia (SDM). Saya masih kesulitan mencari orang yang terampil dan telaten untuk membuat kerajinan tangan berbahan batok,” katanya.

Harga kerajinan tas batok milik Rofi juga tergolong murah mulai Rp 50.000 per biji hingga Rp 100.000 per biji. Dengan modal utangan awal Rp 2 juta itu, sekarang omzet bisnis kerajinan tas batok milik Rofi mencapai Rp 50 juta per bulan. Omzet itu belum dipotong gaji karyawan, pembelian bahan baku, dan biaya produksi lainnya.

“Saya tidak terlalu fokus ke pendapatan, bagi saya yang penting bisa buat makan keluarga sudah cukup. Saya lebih fokus pada keberlangsungan usaha ini. Karena usaha ini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Rata-rata tetangga sendiri yang nganggur. Dengan adanya usaha ini, warga sedikit-sedikit masih punya penghasilan,” katanya. (*)

Jejak Siar Islam Syekh Subakir di Blitar: Makam Jadi Cikal Bakal Berdirinya Masjid
Sepatu Rajut Cicik Banyak Digemari Istri Pejabat
ads by Google

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.